Waspada Darurat Ransomware Telah Hinggap Di Indonesia

Waspada Darurat Ransomware Telah Hinggap Di Indonesia

350
Darurat Ransomware

Kreasitekno.com – Dunia kini tengah dilanda darurat Ransomware yang menyerang jaringan komputer hingga bisa mengancam kelumpuhan sistemnya secara total. Dikabarkan sejak sabtu kemarin (13/5/2017) hingga hari ini, sebanyak lebih dari 99 negara telah dihinggapi Ransomware bernama Wannacry. Dan yang bisa menjadi kekhawatiran bagi kita semua, ke 99 negara tersebut Indonesia menjadi salah satunya.

Ransomware sendiri dapat digolongkan kedalam sejenis virus atau malware yang pada kasus ini memiliki nama Wannacry atau sebutan lainnya Wanna Decryptor. Malware berbahaya ini bekerja mengunci sistim komputer hingga tidak bisa diakses oleh pemiliknya. Selanjutnya untuk membuka kembali file yang di enkripsi hingga tidak bisa diakses tersebut, penyebar ransomware akan meminta tebusan sejumlah uang agar komputernya kembali seperti sediakala.

Dikabarkan oleh CNN Indonesia virus ini telah menyerang beberapa perusahaan besar didunia. Diantaranya pabrik mobil Renault, Bank Sentral Rusia, hingga sistem pusat jaminan kesehatan di Inggris. Sedangkan di Indonesia sendiri, hingga saat ini telah menyerang Rumah Sakit besar di Jakarta diantaranya RS Dharmais dan RS Harapan Kita.

Tak ayal, banyak pasien di rumah sakit tersebut mengeluhkan sistem antrian yang diatur oleh komputer tidak dapat berfungsi normal hingga menyebabkan antrian yang panjang. Dan selain itu, dikabarkan muncul juga dilayar komputernya notifikasi berupa peringatan file telah di enkripsi serta untuk membukanya kembali diperlukan kiriman uang tebusan sejumlah 300 Dollar Amerika.


Baca Juga :

Rekomendasi Anti Virus Terbaik Yang Bikin Komputermu Bebas Virus!

25 Password Ini Paling Banyak Digunakan dan Rentan Dibobol!

Teknologi Hacker Ini Digunakan Untuk Menjatuhkan Drone ISIS!


Varian Ransomware Wannacry dikatakan perusahaan bidang keamanan internet ESET Indonesia tergolong unik dan memiliki kelebihan dibanding yang lainnya karena mampu memanfaatkan kelemahan dalam sistim operasi komputer Windows. Malware ini juga banyak diberitakan berasal dari alat yang dikembangkan NSA (National Security Agency) Amerika Serikat yang dicuri oleh kelompok yang bernama Shadow Broker sebuah kelompok Hacker, satu bulan sebelum peristiwa ini terjadi.

SHARE

LEAVE A REPLY