Warga Bekasi Berhasil Daur Ulang Limbah Elektronik Jadi Power Bank

Warga Bekasi Berhasil Daur Ulang Limbah Elektronik Jadi Power Bank

227
Daur Ulang Limbah Elektronik Jadi Power Bank

Meskipun Indonesia kalah di bidang produksi elektronik dari negara-negara lain, bukan lantas menyurutkan kreatifitas anak bangsa.

Ini dibuktikan oleh seorang warga asal Bekasi yang mampu memproduksi power bank hasil daur ulang dari limbah elektronik. Kreatifitas tersebut muncul di ajang kontes teknologi yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Barat, tahun 2017 ini.

Jika dilihat dari bahannya ternyata cukup sederhana. Hal tersebut langsung dikatakan oleh sang produsen, Joko Susilo kepada Antara, Senin (28/8/2017) bahwa power bank karyanya tersebut dibuat dari limbah baterai laptop.

Pria yang kini sudah berumur 55 tahun tersebut mengumpulkan baterai sejak setahun lalu. Ia mendapatkan baterai laptop bekas dari lingkungan sekitar serta dari para pengusaha barang elektronik dengan harga yang cukup murah yaitu antara Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 per-enam baterai.

Untuk menjamin kualitas power bank buatannya Joko Susilo sangat cermat. Ia tidak mau memakai limbah yang tidak bermerek. Komponen yang ia pakai biasanya dari Merek Sanyo ataupun Samsung. Hasilnya cukup mengejutkan, power bank berbekal pengisi daya kapasitas 10 ampere tersebut kuat hingga 10 jam pengisian. Tak kalah menarik, ia berani beri garansi hingga 1 tahun, layaknya produk dari perusahaan-perusahaan kaliber besar.

Joko Susilo sempat membeberkan strateginya dalam mendaur ulang baterai laptop tersebut. Ia menuturkan bahwa sebagian besar dari baterai laptop hanya rusak pada komponen integrated cirucuit (IC) saja. Dari situ ia memilah IC mana yang dapat dijadikan bahan baku power bank.


Baca Juga Hari Bumi 2017, Apa Sebaiknya Yang Harus Dilakukan ?


Dibalik ide kreatif yang dimiliki Joko Susilo ternyata memiliki motivasi yang sangat mulia. Ia sadar bahwa limbah baterai laptop memiliki kandungan kimia berbahaya seperti mercury, timah dan zat-zat lain yang membahayakan lingkungan. Ia menegaskan bahwa Kota Bekasi, sampai hari ini belum memiliki sistem terpadu untuk mengolah limbah seperti di atas. Akhirnya, dengan sistem produksi rumahan yang ia miliki, Joko berhasil memanfaatkan untuk sebuah teknologi tepat guna.

Joko Susilo mendapatkan penghargaan di urutan ke-3 dari kreatifitasnya dan diganjar hadiah 17 juta dari pemerintah setempat.

SHARE

LEAVE A REPLY