Upah Mangaka Yang Karyanya Diadaptasi Jadi Anime Ternyata “Sedikit”!?

Upah Mangaka Yang Karyanya Diadaptasi Jadi Anime Ternyata “Sedikit”!?

698
SHARE

Hideaki Sorachi, sang mangaka Gintama, membeberkan rahasia tentang upah mangaka dari hasil adaptasi anime karyanya yang ternyata… cuma sedikit?

Kreasitekno.com – Jika kamu menyukai manga atau anime, kamu pasti tahu kalau sebagian besar dari anime yang ada adalah hasil dari adaptasi manga. Tergantung pada popularitas serinya, manga tidak hanya diadaptasi menjadi serial anime, anime movie, live-action dan bahkan stage play. Tentunya, dengan banyaknya adaptasi tersebut, banyak orang yang berpikir bahwa upah mangaka yang bersangkutan akan semakin besar—tetapi, apakah benar demikian?


Baca Juga: Kualitas Sub Indonesia Kimi no Na Wa Yang ‘Berantakan’ Menjadi ‘Drama’ di Dunia Maya


Seorang pengguna twitter asal Jepang @beasty__baby baru-baru ini memposting gambar dari sesi tanya-jawab pada volume ke-51 manga Gintama. Pada gambar tersebut, sang kreator Hideaki Sorachi membeberkan kebenarannya bahwa upah mangaka yang karyanya diadaptasi menjadi anime movie ternyata cuma “sedikit” jika dibandingkan dengan hasil pendapatan anime movie tersebut:


Q:

Aku memiliki pertanyaan. Beberapa saat lalu, Ibuku mendengar bahwa anime movie Gintama benar-benar sukses, dan berkomentar bahwa “(Hideaki Sorachi) pasti hidup (mewah) di Roppongi Hills karena kepopulerannya.” Apakah itu benar?

A:

Sejujurnya, tak peduli berapa banyak orang yang menonton atau pendapatan yang masuk, tidak satu yen pun yang masuk ke kantong mangaka. Kita hanya diberi pembayaran lisensi di depan. Jumlah yang kita terima bagaikan kacang jika dibandingkan dengan pendapatan box office seluruhnya. Sebagian besar keuntungannya masuk ke dalam perusahaan seperti Shuiesha dan Sunrise. Merilis manga sendiri jauh lebih menguntungkan.

Alasan kenapa aku bekerja keras untuk bisa diadaptasi menjadi movie, sampai aku kencing darah, adalah karena ada sebuah tempat di dunia ini yang lebih mengagumkan daripada Roppongi Hills. Dan tempat tersebut adalah di dalam hatimu.

Jika Gintama dapat tersampaikan ke hati banyak orang, aku tidak keberatan hidup di bukit yang terbuat dari kardus. Para mangaka adalah mereka yang benar-benar jujur terhadap karya mereka.

Jadi, jika kamu merasa kasihan pada kami, jangan hanya menonton movie-nya, tetapi juga membeli buku kami sehingga kami bisa hidup di Roppongi Hills dari hasil royalti penerbit kami.


Jika kamu bertanya-tanya movie mana yang dimaksud dalam pertanyaan di atas, maka movie tersebut adalah Gintama the Movie: Kansetsu-hen –Yorozuya yo Eien Nare. Bagi kalian yang belum tahu atau belum menonton, kalian bisa lihat dulu trailer-nya di bawah ini:


Baca Juga: Ups, Anak Donald Trump Dibuat Manga Doujin H oleh Orang Jepang!


Yah, jadi begitulah kebenarannya: tak peduli berapa banyaknya yang menonton, upah mangaka yang didapat ternyata hanya sedikit. Dan sesuai pesan Hideaki Sorachi: jika kalian menghargai kerja keras sang mangaka, maka tidak apa-apa untuk menonton anime bajakan belilah manga originalnya secara resmi.

Via: Rocketnews

LEAVE A REPLY