Temuan Baru Runtuhnya Mesir Kuno Sangat Mungkin Akibat Gejolak Alam

Temuan Baru Runtuhnya Mesir Kuno Sangat Mungkin Akibat Gejolak Alam

617
Temuan Baru Runtuhnya Mesir Kuno

Persepsi yang selama ini terbentuk di kalangan ilmuan jarang sekali mengaitkan tentang keruntuhan sebuah kerajaan dengan perubahan iklim yang terjadi saat itu.

Sebuah penelitian internasional gabungan antara peneliti Universitas Yale, Berkley, Irlandia dan Switzerland akhir-akhir ini meyakini bahwa keruntuhan kerajaan Mesir kuno termasuk era Cleopatra dan Ptolemaic terutama disebabkan oleh gejolak alam terkait dengan meletusnya gunung berapi yang memiliki dampak masif saat itu.

Diwakili oleh Joseph Manning sebagai penulis, hasil temuan tersebut telah diterbitkan melalui sebuah jurnal Nature Communications, seperti yang dikutip dari publikasi Universitas Yale, 17 Oktober 2017.

Pada mulanya para peneliti menguji data hidroklimat dan dampak sosial di Mesir sejak masa-masa kemakmurannya (zaman tropis) hingga masa-masa terjadinya letusan gunung berapi pada rentang 2,500 tahun yang dikenal dengan catatan ‘modern ice-core’. Yang menjadi fokus disini adalah Dinasti Ptolemaic (305 – 30 B.C.E) yang terkenal dengan masa kepemimpinan Alexander Agung dan zamannya Cleopatra.

Dengan menggunakan pendekatan interdisiplin yang menggabungkan bukti dari permodelan iklim pada letusan besar abad ke-20, Nilometer Islam (model pengukuran tahunan atas ketinggian banjir sungai Nil pada musim panas), serta kualitas banjir sungai Nil pada saat itu, para peneliti menemukan dampak yang sangat serius atas letusan gunung berapi terhadap kondisi peradaban secara keseluruhan saat itu termasuk kondisi sosial, ekonomi, politik dan lain sebagainya.

Meskipun sungain Nil jauh dari Alaska, namun nyatanya letusan yang terjadi pada tahun 939, 1783-1784 di Iceland dan 1912 di Alaska, sangat mempengaruhi kondisi sungai Nil. Dan pada masa itu, masyarakat Mesir kuno hanya mengandalkan sungai Nil sebagai sumber kehidupan. Pantas saja, jika terjadi gejolak alam maka kondisi masyarakat seketika langsung mengalami shock. “Masyarakat Mesir Kuno sangat bergantung pada sungai Nil yang dibawa oleh musim panas di Afrika Timur untuk bercocok tanam”, lanjut Manning.


Baca Juga Fakta Seputar ‘Megamouth’ Si Hiu Langka, yang Muncul di Perairan Indonesia


Memang letusan gunung berapi yang terjadi pada masa kini tidak berdampak masif, seperti halnya masa lalu. Tapi hal itu bisa terulang seperti halnya di masa Ptolemeus. Lihat masyarakat yang bergantung pada musim hujan. Ketika iklim berubah drastis dan mengalami kekeringan, mungkin saja akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan.

 

SHARE

LEAVE A REPLY