Swarm Intelligence, “Otak” Microbot dari Big Hero 6 ini Terus Dikembangkan!

Swarm Intelligence, “Otak” Microbot dari Big Hero 6 ini Terus Dikembangkan!

3338

Microbot dalam animasi Big Hero 6 memang menarik dan keren. Tapi, siapa yang menyangka kalau teknologi ini ternyata benar-benar sedang dikembangkan?

Kreasitekno.com — Pernahkan kamu membayangkan bagaimana jika suatu saat segerombolan semut yang sedang bekerja sama, sekumpulan lebah yang membangun sarang, ataupun sekawanan ikan yang sibuk mencari makan akan bersaing dengan robot? Pastinya jadi sangat menarik jika kita bisa menggunakan sekawanan robot untuk membantu rutinitas keseharian kita. Sama seperti para Microbot dalam animasi Big Hero 6.

swarm intellegence microbot big hero six

Ada algoritma yang mendasari sekumpulan robot tersebut untuk bisa saling berkoordinasi. Teknologi ini terus dikembangkan oleh para peneliti di berbagai universitas terkemuka di dunia. Mereka terus mengeksplorasi potensi yang ada dari Artificial Intelligence ini untuk diterapkan pada robot-robot simpel sehingga mampu melakukan rentetan tugas sederhana. Walaupun tampak mudah, namun tidak bisa diselesaikan secara individual. Contohnya seperti membentuk gambar berpola, abjad, angka, dan semacamnya. Butuh teamwork skill yang rumit agar bisa menyelesaikan tugas semacam ini, bahkan untuk ukuran manusia seperti kita pun perlu latihan berkali-kali.

kilobot swarming intellegence microbot big hero 6

Konsep ini benar-benar terinspirasi dari cara kerja sekawanan semut, lebah, maupun hewan lainnya yang terbiasa hidup berkelompok. Lalu yang menjadi catatan menarik lainnya adalah tidak harus memakai robot kompleks berteknologi canggih sebagai media perantaranya. Cukup robot kecil nan simpel yang dilengkapi dengan beberapa komponen pendukung untuk menjalankan instruksi dari “atasan”. Dan tentunya dalam kuantitas yang memadai.

Harvard University melakukan riset mengenai teknologi self-assembly ini, dimana melibatkan sebanyak 1024 “pekerja” berukuran mini yang mereka beri nama “Kilobot”. Para pekerja ini menggunakan vibrasi motor untuk bergerak dan infrared untuk berkomunikasi satu sama lain. Kemudian membuat pola bentuk tertentu sesuai instruksi dari komputer.

Belakangan, Georgia University juga telah mengembangkan algoritma senada yang terkait dengan teknologi ini. Tak hanya mampu saling berkoordinasi, tapi juga bisa mencegah dirinya agar tidak ‘bertabrakan’ satu sama lain.

Eksperimen ini menunjukkan bagaimana “swarm tecnology” berpotensi menjadi terobosan baru dalam mengatasi permasalahan global yang sedang terjadi di masa ini. Contoh yang realistis adalah tingginya kemacetan dan resiko kecelakaan di jalanan. Tidak menutup kemungkinan jika nantinya teknologi ini akan mampu diterapkan secara massal, baik pada robot maupun transportasi demi kenyamanan dan keamanan pengguna.

SHARE

LEAVE A REPLY