Teknologi Artificial Intelligence Karya Disney Research, Bisa Evaluasi Naskah Cerita Pendek

Teknologi Artificial Intelligence Karya Disney Research, Bisa Evaluasi Naskah Cerita Pendek

361
Teknologi Artificial Intelligence Karya Disney Research

Menulis cerita bukan pekerjaan gampang. Terkadang apa yang kita bayangkan diotak sangat sulit dituangkan dalam bentuk tulisan. Bahkan meskipun sudah dituangkan dalam bentuk tulisan, terkadang hasil tersebut bisa sama sekali berbeda dengan ide awal yang ada di kepala.

Untuk itulah dalam proses penulisan untuk dipublikasi perlu adanya editor dan publiser yang berperan untuk mengevaluasi apakah tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau tidak.

Menyadari kemajuan dunia publikasi dan penulisan yang semakin pesat, sebuah lembaga riset milik Disney, yaitu Disney Research akhir-akhir ini menemukan sebuah teknik baru yang cukup potensial dikembangkan menjadi pengevaluasi naskah cerita pendek. Harapannya cukup sederhana, yaitu melalui teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence), sebuah sistem komputer neural networks dapat membaca dan mengevaluasi sebuah cerita ketika diperlihatkan.

Dalam sebuah publikasi yang dirilis oleh Disney Research, Selasa (22/8/2017), yang juga diterbitkan oleh situs berita sains Eurekalert, Selasa (22/8/2017) para peneliti sudah memasuki tahap yang cukup mengesankan. Di tahap awal, penemuan tersebut merupakan hasil karya seorang ilmuan dari Disney Research dan Universitas Massachusetts yang mengembangkan sebuah teknologi jaringan neural (neural networks) yang bisa mengevaluasi naskah cerita pendek.

Uniknya, teknologi AI tersebut berlaku tidak layaknya sang professional ketika menilai, akan tetapi lebih dari itu. Ia bisa memprediksi cerita mana yang sekiranya dapat menarik perhatian kalangan luas.

Dalam publikasi tersebut seorang ilmuan dari Disney Research, Boyang mengatakan bahwa “neural networks yang kami miliki telah beberapa kali sukses dalam memprediksi popularitas berbagai macam cerita.” “Meskipun demikian anda belum bisa menggunakan teknologi tersebut untuk aplikasi nyata seperti dalam kompetisi menulis, akan tetapi teknologi tersebut bisa digunakan sebagai panduan dalam penelitian di masa mendatang”.


Baca Juga Teknologi AI Facebook Dimatikan, Setelah Bicara Sendiri Antar Satu Dengan Lainnya


Rencananya tim tersebut akan mengumumkan hasil penelitian pada tanggal 23 Agustus mendatang pada acara International Joint Conference on Artificial Intelligence di Melbourne, Australia.

Masih banyak kendala yang dihadapi oleh tim tersebut terutama ketersediaan database cerita singkat sebagai bahan pembelajaran AI. Sampai sejauh ini situs Quora juga sempat dilirik oleh tim tersebut karena memiliki sumber data melimpah.

SHARE

LEAVE A REPLY