Dituduh Menjual Barang KW, Taobao Marketplace Masuk Blacklist Amerika

Dituduh Menjual Barang KW, Taobao Marketplace Masuk Blacklist Amerika

679
taobao marketplace barang kw china

Taobao Marketplace masuk blacklist di AS, status member Alibaba pun turut dicabut dari IACC. Ada apa sebenarnya? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

Kreasitekno.com — Raksasa e-commerce asal Cina, Taobao Marketplace milik Alibaba Group, belakangan ini masuk dalam blacklist (daftar hitam) di Amerika Serikat (AS) karena menjual berbagai produk versi KW alias tiruan.

taobao marketplace di blacklist amerika serikat

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari BBC, pada Minggu (25/12/2016) lalu, untuk sementara ini status keanggotaan Alibaba pun turut dicabut dari Koalisi Anti Produk Bajakan Internasional, IACC, gara-gara “ulah” anak perusahaannya terkait dengan penjualan barang-barang non original tersebut. Namun di sisi lain, Alibaba malah membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya telah mengawasi situs e-commerce-nya dengan lebih baik. Alibaba pun menduga bahwa yang mungkin menjadi alasan sehingga pihaknya kembali masuk dalam daftar adalah karena adanya “perubahan iklim politik” di AS yang terjadi akhir-akhir ini.


Baca Juga: Pecahkan Rekor, Transaksi Alibaba Sehari Capai Rp 238 Triliun!


Jika sudah berbicara masalah perubahan kebijakan politik yang terjadi di negara adidaya, Amerika Serikat, maka tentunya hal tersebut tak akan jauh-jauh dari persoalan Donald Trump yang baru saja terpilih menjadi Presiden AS. Mengapa demikian? Karena sejak dirinya belum menjabat, tepatnya pada masa kampanye, Donald Trump telah beberapa kali menuduh perusahaan-perusahaan Cina mencuri hak kekayaan intelektual. Bukan hal yang mustahil bila saat ini Trump mulai memberlakukan “keinginannya” dengan mencabut keanggotaan Alibaba termasuk anak perusahaannya, Taobao, dari IACC meski secara tidak langsung.

chinas-online-market0

Pihak Taobao sendiri juga mengatakan telah memperketat pengawasan atas penjualan barang-barang mewah dengan meminta para penjual memperlihatkan bukti keasliannya. Selain itu, aplikasi mobile-nya sendiri telah mencapai sebanyak 150 juta pengunjung per hari dengan capaian marketplace hingga 20 juta ulasan produk setiap harinya. Sedangkan Alibaba telah berhasil menjual berbagai produk hingga jumlahnya mencapai 500 miliar dollar AS sepanjang 2015 lalu dari 10 juta merchant yang menggunakan platform-nya. Pada September 2014 lalu, Alibaba melepas sahamnya di Bursa New York sekaligus memecahkan rekor dengan menghimpun dana sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 336 triliun.

alibabadec22

Rupanya rentetan prestasi tersebut tetap tidak mampu mengurungkan niat “oknum” AS dalam rangka mencabut status Alibaba dari keanggotaan IACC. Presiden Alibaba, Michael Evans, menyatakan bahwa dirinya amat kecewa dengan hasil keputusan tersebut sembari mempertanyakan apakah tuduhan itu ‘didasarkan pada fakta atau dipengaruhi oleh iklim politik saat ini’.

SHARE

LEAVE A REPLY