Kabar Baik bagi Startup Indonesia tentang Modal Ventura China

Kabar Baik bagi Startup Indonesia tentang Modal Ventura China

426
Startup Indonesia tentang Modal Ventura China
Ilustrasi Startup via joannedewberry.co.uk

KreasiTekno.com – Kabar baik bagi para pelaku startup Indonesia untuk dapat terus berkembang. Dikutip dari Merdeka, perusahaan modal ventura asal China mengungkapkan bahwa dalam 20 tahun mendatang, negara Indonesia merupakan negara yang tepat untuk berinvestasi di ekonomi digital. Hal ini diungkapkan oleh Ku Kay Kok dari Gobi Partners, pada event Indonesia Fintech Festival and Conference 2016 di ICE BSD City, Selasa (30/8).

Sebelum berbicara lebih jauh, mari membahas sekilas tentang apa itu modal ventura.

Modal ventura merupakan pemodalan untuk sebuah perusahaan swasta dalam jangka waktu tertentu. Dikutip dari DailySocial, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Firdaus Djaelani, mengungkapkan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan startup di Indonesia untuk memperoleh dana adalah melalui perusahaan modal ventura. Hal ini disebabkan belum “bankable”-nya startup di Indonesia.

Salah satu kebijakan OJK mengatakan bahwa investor atau lembaga yang berkaitan, setidaknya harus menyediakan dana sebesar Rp 50 Miliar (sekitar $3,6 juta) untuk sebuah perseroan terbatas (PT) dan Rp 25 Miliar untuk CV. Kebijakan-kebijakan tersebut bertujuan untuk menertibkan dan mengawasi arus masuknya dana asing ke Indonesia, khususnya di bidang startup. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah pencucian uang dan melindungi para investor ataupun perusahaan rintisan lokal.

Rupanya, rencana dan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai penertiban modal ventura di tahun 2016, tidak mempengaruhi investor China untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasinya. Gobi Partners menilai bahwa Indonesia memiliki daya konsumsi yang besar karena memiliki populasi yang besar.

Penilaian ini tidak hanya datang dari Gobi Partners. Hasil riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek menyebutkan bahwa Indonesia siap menjadi destinasi tertinggi bagi perusahaan modal ventura di wilayah Asia Tenggara. Bahkan, prediksi Google adalah nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 81 miliar pada 2025 dan terbesar di Asia Tenggara. Wow!

Selain jumlah populasi yang besar, pertimbangan mengenai jumlah startup Indonesia juga menjadi pertimbangan lain. Indonesia menjadi tuan rumah startup sebanyak 2.033 dari total startup di Asia Tenggara. Jumlah ini lebih besar dari Singapura yang memiliki 1.850 startup.

Memang, sebagai negara berkembang dengan jumlah lebih dari 200 juta jiwa, Indonesia dinilai memiliki perkembangan pesat di bidang startup teknologi, terutama dalam sector e-commerce. Tentunya, perkembangan startup tidak hanya di sector e-commerce, ya. Salah satu startup yang terus dikembangkan di Indonesia adalah konsep rumah pintar atau smarthome dengan sistem controller.

Jadi, bagi Sahabat Tekno yang sedang merintis startup di Indonesia, sudah siapkah untuk menjemput modal venturamu? Ini tentu menjadi peluang besar bagi para startup yang membutuhkan dana tidak sedikit untuk berkarya.

Reference : merdeka.com, dailysocial.id

SHARE

LEAVE A REPLY