Smartfren Kewalahan Ajak Pelanggannya Beralih dari CDMA ke 4G

Smartfren Kewalahan Ajak Pelanggannya Beralih dari CDMA ke 4G

396
smartfren telecom 4g lemot

Smartfren Telecom sedang berupaya mengalihkan pelanggannya untuk bermigrasi dari CDMA ke layanan 4G. Namun banyaknya pelanggan yang masih bertahan di CDMA membuat operator tersebut harus mempertahankan keberadaan jaringan CDMA!

Kreasitekno.com — Selama hampir satu dekade yang lalu, jaringan CDMA sempat menjadi primadona di tengah masyarakat karena harganya yang relatif lebih murah dari GSM. Namun seiring berjalannya waktu, persaingan harga saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kualitas yang mumpuni. Perkembangan jaringan GSM yang meningkat pesat, dimulai dari era 3G, HSDPA, 4G, LTE, hingga 5G tentu semakin membuat nama CDMA tenggelam. Dan sampai sekarang, provider CDMA yang masih bertahan hanya tinggal Smartfren. Mereka pun akan segera beralih ke jaringan 4G LTE agar tetap bisa “eksis” dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ya, saat ini Smartfren Telecom masih terus berupaya mengajak pelanggannya yang masih bertahan dengan jaringan CDMA agar bermigrasi ke jaringan 4G LTE yang baru. Smartfren VP Brand and Communication, Derrick Surya, telah berhasil memindahkan sekitar 1 juta pelanggan CDMA ke jaringan 4G LTE pada Desember 2016 lalu. Sementara di luar Jawa, Derrick menyatakan bahwa pelanggan mereka telah sepenuhnya beralih ke layanan 4G LTE.


Baca Juga: Inilah Perbandingan Performa Jaringan 4G Indonesia dengan Negara-Negara Tetangga


“Inginnya sih semua, 100 persen sudah 4G, tidak ada lagi yang 3G (CDMA). Namun kenyataannya masih banyak pelanggan yang bertahan dengan CDMA,” ujar Derrick di sela acara peluncuran ponsel Andromax B dan Andromax L di Jakarta, Rabu (25/1/2017). Karena masih banyaknya pelanggan yang menggunakan CDMA, mau tidak mau Smartfren tetap mempertahankan keberadaan jaringan CDMA khususnya di Pulau Jawa. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai seberapa banyak jumlah pelanggan yang masih bertahan dengan CDMA maupun batas waktu bagi Smartfren untuk mempertahankannya.

unlimited780x390

Beberapa upaya dilakukan operator penyedia layanan telekomunikasi tersebut untuk memigrasikan pelanggannya ke 4G antara lain yakni menawarkan 4G Andromax dengan harga yang terjangkau, serta kartu perdana 4G LTE Smartfren. “Dengan adanya penawaran-penawaran ini, semoga bisa men-trigger pelanggan CDMA untuk beralih ke 4G. Jaringan CDMA sendiri akan tetap kami nyalakan sampai pelanggannya habis.” tutur Derrick. Diperkirakan pelanggan 4G LTE Smartfren saat ini sudah mencapai angka 6 juta dimana sekitar setengahnya menggunakan modem MiFi. Derrick sendiri memprediksikan bahwa modem akan kembali menjadi perangkat yang paling banyak digunakan untuk mengakses 4G LTE Smartfren tahun ini.


Baca Juga: 10 Negara dengan Kecepatan Internet Rata-Rata Tertinggi di Dunia


Berdasarkan lembaga riset GfK, disebutkan bahwa pada tahun ini (2017) volume pasar smartphone 4G LTE di Indonesia mencapai 32 juta unit. Dari jumlah itu, volume smartphone 4G yang kompatibel dengan band 5 (850 MHz), band 40 (2.300 MHz), dan teknologi Voice-over-LTE (VoLTE) milik jaringan Smartfren mencapai 15 juta unit.

SHARE

LEAVE A REPLY