Samsung Beli Perusahaan Startup Asal Korea Fluenty Untuk Percanggih Bixby

Samsung Beli Perusahaan Startup Asal Korea Fluenty Untuk Percanggih Bixby

138
Samsung Beli Perusahaan Startup Asal Korea

Samsung terus bergerilya untuk menjadi terdepan di bidang teknologi AI (artificial intelligence). Targetnya pada 2020 mendatang semua produk elektronik Samsung sudah mendapatkan sentuhan teknologi kecerdasan buatan.

Khusus untuk smartphone, Samsung sudah mengenalkan Bixby bersamaan dengan Galaxy S8, program asisten virtual yang juga dipoweri oleh teknologi kecerdasan buatan. Tampaknya, teknologi AI untuk Bixby masih belum sempurna dan perlu pengembangan lebih lanjut agar semakin pintar.

Di awal rilisnya, Bixby sempat menuai respon negatif yang sebagian besar keluhan disodorkan atas lemahnya fungsi pengenal suara (voice recognition). Pun demikian Bixby terlanjur roll out secaga global dan sudah terlanjur digemborkan sebagai fitur unggulan Galaxy S8 dan Galaxy S8+. Tak heran jika Samsung menanggapinya dengan nada optimis, bahwa Bixby secara sendirinya akan mengembangkan kemampuan bahasanya seiring dengan waktu penggunaan.

Melihat misi Samsung untuk beberapa tahun serta melihat adanya desakan atas versi Bixby yang lebih canggih, sepertinya nama pembuat ponsel terbesar asal Korsel tersebut tidak ingin mengecewakan penggemarnya. Terbukti dengan langkah akuisisi yang baru saja dilakukan atas Fluenty, sebuah perusahaan startup asal Korea yang terkenal sebagai masterpiecenya AI. Rencananya Samsung bakal mengintegrasikan layanan Fluenty ke dalam Bixby, seperti yang diberitakan oleh ZDNet, 28 November 2017.

Fluenty adalah tangan dibalik mesin penelusur raksasa asal Korea, yaitu Naver dan Daum. Ternyata Fluenty juga punya sebuah aplikasi text-reply-based yang dipoweri oleh AI. Layananya sudah kondang yang juga dipakai oleh Facebook Messenger, Line, Telegram dan KakaoTalk. Perusahaan startup tersebut berdiri di Amerika pada tahun 2015 dan baru tahun kemarin melakukan ekspansi ke Korea Selatan.

Langkah Samsung tersebut dinilai sangat nyata, terlebih setelah pihaknya menggabungkan dua divisi (consumer electronics dan mobile business) kedalam satu payung divisi bernama Samsung Research. Melalui itulah AI center akan dijalankan untuk menangkap peluang-peluang baru di bidang teknologi yang perkembangannya dinilai akan sangat cepat.


Baca Juga Samsung Konfirmasi Tentang Rencananya Bikin Smart Speaker


Dengan dukungan layanan dari Fluenty, layanan asisten virtual Bixby akan tambah canggih dan bisa mengalahkan para kompetitor seperti VA milik Apple dan Google yang juga terus dikembangkan. Yang paling menarik, Samsung tidak hanya fokus untuk smartphone, tapi juga produk-produk elektronik lainnya.

SHARE

LEAVE A REPLY