Jangan Hapus History Web-mu! Ternyata Riwayat Penelusuran Webmu Bisa Mendeteksi Kanker Paru-Paru...

Jangan Hapus History Web-mu! Ternyata Riwayat Penelusuran Webmu Bisa Mendeteksi Kanker Paru-Paru Lebih Dini, Lho!

532
Deteksi Dini Kanker Paru-Paru

Peneliti dari Microsoft menemukan bahwa riwayat penelusuran seseorang bisa menjadi alat untuk deteksi dini kanker paru-paru.

Kreasitekno.com — Deteksi dini kanker paru-paru merupakan kunci utama untuk pengobatan. Semakin cepat diketahui dan terdeteksi, maka hasil pengobatan akan semakin efektif.


Baca Juga: Wah, Jepang Berhasil “Hidupkan” Kembali Dinosaurus!


Ryen White dan Eric Horvitz, dua peneliti dari Microsoft, percaya bahwa riwayat penelusuran seseorang mungkin bisa berfungsi sebagai media yang menarik. Penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Oncology tersebut menjelaskan bahwa analisis dan pengenalan pola yang ditemukan berdasarkan riwayat penelusuran pada mesin pencari dapat memprediksi diagnosis karsinoma paru-paru.

Ryen White
Peneliti dari Microsoft, Ryen White

Hasil temuan ini mengungkapkan bahwa apa yang seseorang ketikkan pada kolom pencarian bisa membantu dokter mendeteksi penyakit mematikan ini hingga satu tahun lebih cepat dari metode diagnostik yang ada saat ini.

Ryen White dan Eric Horvitz telah mencoba melihat riwayat pencarian sesorang di mesin pencari Bing. Secara khusus, mereka memeriksa seseorang yang input querynya bermaksud untuk meminta saran diagnosis kanker paru-paru.


Baca Juga: Ups, Banyak Anak-Anak Kecil Indonesia Yang Sudah Kecanduan Internet!


Setelah itu, mereka melihat query pada pencarian yang lebih lama untuk menemukan pola. Misalnya pencari tersebut pernah bertanya ke mesin pencari mengenai gejala kanker sebelum diagnosis resmi, seperti query bronkitis, nyeri dada, atau batuk berdarah.

Eric Horvitz
Peneliti dari Microsoft, Eric Horvitz

Tidak hanya teks query saja, faktor risiko lain seperti jenis kelamin, usia, ras, dan lingkungan juga dipertimbangkan.

Caranya adalah dengan mencari tahu lokasi saat orang tersebut melakukan pencarian. Dari kode pos dimana pencarian itu dilakukan, mereka mengkorelasikan data lokasi dengan peta hasil survei setempat untuk menentukan tingkat risiko di lingkungan tersebut. Data sensus juga akan mengungkapkan usia rata-rata penduduk di masing-masing daerah. Dengan algoritma khusus, mereka bisa menentukan perkiraan usia si pencari.

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru
Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Dari kode pos tersebut, White dan Horvitz juga dapat menyimpulkan status sosial ekonomi dan ras, yang mana akan memberikan petunjuk tambahan pada risiko kanker. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, orang yang hidup di bawah tingkat kemiskinan memiliki tingkat lebih tinggi untuk merokok dibandingkan populasi umum, dan tingkat kematian bagi penderita kanker yang tertinggi adalah ras kulit hitam.

Tingkat Risiko Kanker Paru-Paru Berdasarkan Ras dari US CDC
Tingkat Risiko Kanker Paru-Paru Berdasarkan Ras dari US CDC

Ternyata, metode ini terbukti cukup efektif. Dari percobaan yang dilakukan pada hampir 5 juta pencari, White dan Horvitz menemukan bahwa temuan mereka dapat mengidentifikasi hampir 40% kasus satu tahun lebih dini ketika seseorang memasukkan query yang konsisten dengan diagnosis kanker paru-paru.

Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa pendekatan ini lebih efektif untuk pencari yang diidentifikasi berisiko tinggi, seperti dari temuan kode pos yang menunjukkan daerahnya terpapar gas berat yang mengandung radioaktif.


Baca Juga: Lihat Mobil Autopilot Tesla Model S Diuji di Jalanan Jakarta! (Video)


Kedepannya, peneliti dari Microsoft ini akan menerapkan penemuan mereka. Horvitz mengungkapkan bahwa mereka akan menciptakan sebuah aplikasi yang bisa memantau riwayat pencarian pasien dan mengingatkan mereka jika tampaknya memiliki risiko. Peneliti juga berharap menemukan relawan yang bersedia untuk memberikan catatan medis serta riwayat pencarian web mereka, sehingga peneliti dapat menemukan hubungan yang kuat di antara keduanya.

SHARE

LEAVE A REPLY