Review Game Just Cause 3 : Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya

Review Game Just Cause 3 : Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya

540
Review Just Cause 3_Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya
Review Just Cause 3_Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya

Di tahun 2015 memang bisa dibilang menjadi tahun yang cukup spesial untuk Avalanche Studios. Mad Max dan Just Cause 3 merupakan 2 game yang dikerjakan Avalanche Studios dan dua game tersebut mempunya ciri khas masing-masing. Untuk Just Cause 3 sendiri, Avalanche menjanjikan banyak hal baru, diantaranya adalah dunia yang lebih luas, senjata dan gadget yang banyak, serta lingkungan yang interaktif dan menawan.

Just Cause 3 tampil dengan detail grafis yang sangat luar biasa dan memanjakan mata. Untuk karakter dan wilayah Mediterania-nya digambarkan dengan sangat menakjubkan bahkan untuk visualisasi air sendiri sangat membuat kita tercengang karena sangat realistis. Tetapi dibalik itu semua, ada salah satu sedikit kendala dalam game ini saat pertama kali rilis yang mungkin cukup menjengkelkan.

Review Just Cause 3_Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya
Review Just Cause 3_Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya

Just Cause 3 yang bisa disebut sekuel secara tidak langsung karena anda masih berperan sebagai Rico Rodriguez, tetapi terlihat lebih tua dan tetap tampil keren.Cerita dimulai sejak 6 tahun setelah kejadian Just Cause 2, Rico pulang kampung menuju kampung halamannya di Mediterania, yaitu sebuah pulau kecil bernama Medici. Tapi sudah bisa ditebak, alih-alih mencari ketenangan, keadaan disana akan memaksa anda untuk beraksi lagi.
Pulau Medici sekarang ternyata berada di bawah kekuasaan diktator yang bernama Sebastiano Di Ravello, orang yang mengendalikan pulau Medici dengan tangan besi. Jenderal megalomaniac ini mempunyai ambisi yang tidak hanya ingin membuat Medici berada di bawah kekuasaannya, tetapi menaklukkan dunia lewat mineral berbahaya yaitu Bavarium. Rico tidak berjuang sendiri tetapi dibantu olehtemannya yang lain, diantaranya adalah Dimah – perempuan tua dan peneliti selalu menawarkan gadget baru dan juga Mario, teman masa kecilnya yang sangat setia.

Jika anda memainkan game ini di platform Playstation 4 maka mungkin pengalaman gaming anda akan sedikit tercederai karena tidak bisa menikmati game ini secara maksimal dikarenakan Just Cause 3 bisa disebut sebagai game Playstation 4 dengan performa yang kurang baik pada tahun 2015 . Jika suasana tenang maka anda bisa menikmati di 30fps dengan nyaman. Tetapi begitu anda mulai gila-gilaan dan menghancurkan berbagai macam objek, apalagi ketika anda sudah mendapat helikopter dengan peluru tak terbatas dan menembak membabi buta ke semua gedung-gedung raksasa disitulah framerate Just Cause jatuh drastis dengan gameplay yang lambat dan mengurangi sensasi permainan. Dan bukan itu saja, saat efek hujan yang muncul di pulau Medici dengan teksture hujan yang terus mengguyur dengan derasnya dan membuat efek basah pada permukaan tanah juga menimbulkan fps dalam game ini drop. Tetapi untuk platform lain seperti Xbox One dan PC masih belum bisa dipastikan apakah mengalami kendala yang sama. Tapi semua itu terbayarkan dengan keindahan yang ditawarkan Just Cause 3 ini.

Review Just Cause 3_Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya 2
Review Just Cause 3_Saat Kehancuran Adalah Solusi dari Semuanya 2

Dalam game ini kebebasan open world yang ditawarkan adalah nyaris mutlak dan anda bisa mengeksplorasi pulau Medici sesuka hati anda. Anda dapat bertindak diluar akal sehat didalam game ini seperti mengahuncurkan kota, berputar putar menggunakan helikopter dan menembaki penduduk yang tidak bersalah yang seharusnya dilindungi dan masih banyak lagi aksi aksi gila yang bisa dilakukan dalam Just Cause 3 ini. Dan kehancuran merupakan cara terbaik dan solusi yang tepat serta harus dilakukan dalam game ini karena tanpa kehancuran, itu bukan game Just Cause 3 karena semua hal dalam game ini diluar nalar akal sehat. Bayangkan saja karakter yang anda mainkan dapat tetap hidup dan berjalan-jalan dengan tenang setelah jatuh dari helikopter. Bukan hanya itu saja bahkan anda juga masih bisa bernafas setelah ditembaki banyak peluru.

Walaupun Just Cause 3 tampil menawan, bukannya tanpa kekurangan. Anda harus melakukan hal yang sama berulang-ulang untuk menyelamatkan Medici dan yang pasti membuat sebagian orang bosan.Sistem leaderboard yang juga menjengkelkan, animasi yang terkadang masih kaku dan juga layak dipertanyakan. AI juga terkadang masih terbilang bodoh dan kurang tanggap dan tidak adanya fitur untuk memanjat. Dan seperti yang sudah dibahas tadi adalah framerate yang berantakan di versi console terutama PS4

Dan kesimpulan yang dapat diambil adalah dari semua yang ditawarkan Just Cause 3, game ini adalah sebuah game open world yang membuat anda bebas untuk bersenang senang semau anda dengan banyak keindahan yang ditawarkan.

SHARE

LEAVE A REPLY