Review Deadbolt: Menjadi One Man Army atau Stealth Assassin? Atau Keduanya?

Review Deadbolt: Menjadi One Man Army atau Stealth Assassin? Atau Keduanya?

314
Review Deadbolt
Review Deadbolt
Review Deadbolt
Review Deadbolt

KreasiTekno.com – Game Review: Deadbolt – Ada dua pilihan untuk anda bagaimana cara bermain game ini. Yang pertama, anda bermain sebagai One Man Army, maju menerjang semua musuh dengan harapan serangan anda dapat membunuh semua musuh sebelum mereka yang membunuh anda, atau bermain sebagai Stealth Assassin, dalam sehembusan napas musuh dapat terbunuh dalam sekejap. Atau, bagaimana apabila menerapkan keduanya menjadi satu? Permintaan terkabulkan!

Deadbolt merupakan game indie stealth action  yang dibuat dan dirilis oleh Hopoo Games menggunakan GameMaker: Studio. pada tanggal 14 Maret 2016 di Steam Store. Hopoo Games pernah merilis versi alpha game ini pada Maret 2015 lalu dan telah mendapat review yang positif. Beberapa pemain yang pernah memainkan prototype nya dulu telah mengira game ini akan sangat menarik apabila diasah lagi.

Review Deadbolt
Review Deadbolt

Dalam Deadbolt, anda bermain sebagai Grim Reaper. Reaper diberi tugas oleh Fireplace untuk membunuh zombie-zombie agar “api” yang ada pada tubuh mereka dapat diserap oleh Fireplace tersebut. Manusia yang mati akibat overdosis berakhir menjadi mayat hidup,  oleh karena itu Reaper ditugasi untuk membunuh mereka semua agar jumlah mereka tidak semakin meningkat. Walaupun Reaper memiliki kemampuan yang luar biasa dalam membunuh zombie, dia memiliki satu kelemahan, Reaper tidak mampu menahan lebih dari satu serangan. Satu tembakan, maka dia pasti mati, membuat pemain tidak dapat melakukan kesalahan sama sekali.

Terdapat 25 lebih misi-misi yang sangat menantang. Meskipun begitu, setelah 25 misi ini selesai, Hard Mode akan terbuka di tiap misi yang telah terselesaikan. Pemain perlu melakukan observasi dan menyusun taktik sebelum terjun ke medan. Pemain juga dapat memanfaatkan lingkungan, seperti mematikan lampu untuk bersembunyi dari musuh, mengetuk pintu untuk menarik perhatian musuh, atau berjalan melewati ventilasi udara agar tidak ketahuan oleh musuh. Berpikir sebelum bertindak, game ini benar-benar mengingatkan pemain akan nasihat hidup itu.

Review Deadbolt
Review Deadbolt

Fitur utama lainnya adalah macam-macam senjata dan musuhnya. Deadbolt memungkinkan pemain untuk dapat menggunakan lebih dari 30 senjata, dari Reaper’s Scythe sampai Grenade Launcher.  Pemain ingin bertarung jarak dekat atau jarak jauh, membunuh musuh dengan senjata api yang menimbulkan kerusakan yang luar biasa atau dengan tenang sampai tidak meninggalkan jejak apapun, Supergiant Games memberikan kebebasan itu ke pemain. Terdapat lebih dari 35 tipe musuh yang ada di Deadbolt, contohnya antara lain Zombie dan Vampire.  Terdapat fitur tambahan lagi pada Deadbolt yang membuat pemain bisa melatih kreatifitasnya, yaitu mode level editor. Pemain bisa mendesain level sekreatifitas-nya, mulai dari environment-nya sampai peletakkan musuh-musuhnya. Untuk sebuah game indie, Deadbolt benar-benar memiliki fitur yang sangat menarik.

Dari skala 1 sampai 10, saya menilai game ini 7. Kontrol yang lumayan sulit, adu tembak yang menyenangkan namun menantang, soundtrack yang sangat luar biasa dari Chris Christodoulou (orang yang juga membuat soundtrack Risk of Rain), ditambah alur cerita yang diceritakan melalui tulisan merupakan alasan saya memberi Deadbolt nilai 7. Dengan art style pixel art seperti ini, Supergiant Games mampu memberikan efek yang detil, seperti noda darah di tembok. Namun, saya tidak merekomendasi kepada pemain yang masih dibawah umur karena terdapat efek-efek yang kurang pantas untuk anak-anak. Kemudian tingkat kesulitan Deadbolt juga tidak bisa dikatakan mudah karena menurut beberapa pemain yang sudah memainkan game ini mereka mengaku game ini cukup susah. Apabila anda tertarik memainkan game ini, anda bisa dapatkan game ini dengan harga Rp 89.000 di Steam Store.

SHARE

LEAVE A REPLY