Berstatus Publisher Indie, Devkimedia Pede Mampu Bersaing Dengan Publisher Mayor

Berstatus Publisher Indie, Devkimedia Pede Mampu Bersaing Dengan Publisher Mayor

199

 

Industri penerbitan buku memang tidak sepopuler industri game ataupun software house, tapi eksistensinya tetap ada dan salah satunya adalah Devkimedia.

Kreasitekno.com — Skematik persaingan publisher dalam industri buku konvensional ataupun buku digital saat ini terbagi menjadi dua kubu yaitu publisher mayor ataupun publisher indie, skematik ini memang telah ada dari dulu dengan berbagai perbedaan yang ditawarkan kepada penulis yang ingin mempublish karya nya baik itu di publisher mayor maupun indie.

Industri penerbitan buku di era ini memang tidak sepopuler dengan industri game, software house ataupun hal lain nya,  namun tidak bisa juga di bilang tidak ada  nyatanya lewat industri buku ini banyak sekali mencetak penulis – penulis besar seperti Raditya dika, Tere liye, Dewi lestari, Andrea Hirata, dan masih banyak lagi penulis – penulis kenamaan Indonesia yang besar nama nya lewat karya yang telah diciptakan nya.

Berbicara soal Industri buku tentunya tidak lepas dari penerbit ataupun publisher, di era global ini tentunya industri buku berkembang secara drastis, para publisher berbondong – bondong  berinovasi dalam produknya. Penerbit baik itu berstatus mayor ataupun indie kini tidak lagi menerbitkan buku nya secara konvensional melainkan juga main disegment e – book , hal ini cukup beralasan karena notabene paradigma masyarakat sekarang dalam penggunaan gadget baik itu smartphone, tablet, ataupun E-reader ( amazon kindle ) cenderung tinggi, fakta tersebut merujuk pada data statistik bahwa masyarakat indonesia mengalami perkembangan sebesar 38% di kategori pengguna gadget aktif.

ebook

Skematik persaingan Publisher indie dan Mayor dalam penerbitan buku saat ini

Dalam dunia penerbitan buku tentunya tidak terlepas apakah buku tersebut terbitan publisher indie ataupun publisher mayor, tentu nya mereka bersaing dalam menerbitkan sebuah buku atau karya yang nanti nya kelak akan di nikmati oleh pembaca sebagai objek marketnya.   Pengaruhnya terhadap penulis yang menjadi pabriknya sebuah publisher tentunya hal tersebut merupakan sebuah dilematis ketika akan mempublish karya mereka apakah mau publish di publisher indie ataupun publisher mayor.

Devkimedia selaku pemain dalam industri buku mau tak mau harus terjun dalam persaingan industri buku digital, sekilas dari eDevkimedia jika kalian belum tahu Devkimedia  adalah startup yang bersatus publisher indie yang bergerak di segment buku digital, mungkin di antara kalian nama devkimedia ini asing atau bahkan baru terdengar, hal itu wajar karena Devkimedia memang terhitung pemain baru dalam ranah publisher buku, apakah minim kompetitor? tentunya tidak karena meskipun berstatus publisher indie bukan berarti devkimedia aman dari kompetitor nyata nya  banyak sekali publisher indie lain yang sudah kenamaan di ranah industri buku di indonesia seperti indie book corner, LeutikaPrio, Nulis Buku, dan lain – lain, ditambah dengan persaingan nya dengan kompetitor publisher mayor.

But nothing is possible di era industri buku yang sudah berkembang ini, karena baik itu indie atau pun mayor masing – masing dari mereka segment market nya sudah tersegmentasi, ” Suatu Karya tidak ada yang tidak layak di nikmati oleh para penikmat nya, karena suatu  karya memiliki segmentasi penikmat nya masing – masing, kita selaku publisher hanya bertugas untuk mempublish karya mereka”. ujar Kiki Baehaki selaku CEO Devkimedia,  Lewat statement tersebut seolah – olah Devkimedia mempertegas bahwa mereka memang adalah publisher indie.

logo_devki_media

Meskipun berstatus startup baru Devkimedia  pede  dalam menjalani persaingannya di industri buku terutama buku digital, hal itu sangat beralasan karena sudah ada beberapa dari rekan penulis yang masuk naskahnya berupa novel yang siap di launch oleh devkimedia.

Balik kembali kepada pembahasan awal mengenai skematik persaingan publisher indie dan mayor, hal yang jelas mencolok yaitu dari segi publishing buku, di publisher mayor tentunya rekan penulis harus benar – benar matang dalam mempersiapkan karya nya jika akan mempublish karya tersebut di publisher berlabel mayor, hal itu dikarenakan proses seleksi karya ataupun naskah di sana sangatlah ketat, di tambah jika lolos pun dan karya kalian tidak laku di pasaran secara otomatis karya kalian akan di tarik masal dari peredaran,  tentunya fakta tersebut terbalik jika kalian memutuskan publish di indie, karena status indie memang seleksi naskah tidak akan di persulit seperti di publisher mayor, namun yang nama nya publisher indie tentunya harus self publishing dari mulai desain cover buku dan lain nya, di tambah dengan sistem nya  purchase by order, meskipun tidak semua sistem itu sama karena hal tersebut tergantung dari masing – masing kebijakan masing – masing publisher.

Melirik Indutri buku terutama  segment buku digital di masa yang akan datang

Sebelum berbicara perkembangan Industri buku terutama buku digital di masa yang akan datang,  kita harus melirik terlebih dahulu mengenai industri buku disaat ini, pada saat ini industri buku tentunya bisa di bilang berkembang meskipun dominasi buku yang ada di market indonesia sumbernya dari publisher – publisher gedean atau bisa juga di sebut publisher mayor, bukan hanya buku konvensional tapi industri buku digital pun hampir sama berkembang nya.

Dari pemicu tersebut lantas publisher indie pun tidak hanya diam, justru indie movement pun mulai merangkak dan bergerak mencoba menyaingi persaingan yang di dominasi publisher mayor. Banyak sekali muncul startup yg berlabel publisher indie seperti tadi yang sudah dijelaskan salah satu contoh nya yaitu Devkimedia.

web view devkimediaDi masa yang akan nasib industri buku dapat disimpulkan akan memiliki kemajuan, seiring berkembangnya teknologi mobile, berkembangnya startup yang bergerak dalam bidang publisher, bisa dipastikan industri buku di indonesia dapat hidup.

Akan tetapi realisasi perkembangan industri buku di indonesia harus di iringi dengan berkembangnya minat baca konsumen pula, hal tersebut tentunya merupakan PR bagi para piblisher, beberapa mereka mengakali nya dengan mendesain cover buku yang semenarik mungkin untuk menarik minat baca  konsumen mereka selain dari kualitas bukunya pula, ketika orang berbicara ” don’t judge by it’s cover” dalam dunia industri buku perkataan tersebut tidak efektif karena dengan cover buku yang bagus  maka konsumen pun akan penasaran dengan isi buku yang ditawarkan, hal tersebut tentunya merupakan trik marketing publisher untuk menarik minat baca para konsumen nya.

SHARE

LEAVE A REPLY