Project Ara, Modular Smartphone “Lego” yang Dibatalkan Google

Project Ara, Modular Smartphone “Lego” yang Dibatalkan Google

426
Project Ara yang Dihentikan Google
Project Ara yang Dihentikan Google
Project Ara yang Dihentikan Google

Project Ara, proyek smartphone unik yang bisa dibongkar pasang layaknya lego, dihentikan oleh Google. Kira-kira kenapa ya?

KreasiTekno.com – Google telah mengonfirmasi bahwa mereka menghentikan Project Ara, modular smartphone dengan konsep “Lego”.

Project modular yang memiliki konsep bongkar pasang layaknya permainan Lego ini, rupanya telah di-suspend oleh Google. Keputusan ini didasarkan karena keinginan Google yang ingin meminimalisir produk-produknya yang berkembang di pasaran. Keputusan tersebut dibuat oleh Chief Hardware Google, Rick Osterloh, dan pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Project Ara telah dikembangkan setidaknya sekitar 3 tahun lalu dengan konsep smartphone yang terbuat dari komponen-komponen kecil yang bisa dibongkar pasang. Konsep yang terinspirasi dari industri PC di mana pengguna PC tidak harus mengganti seluruh PC miliknya jika ingin mengganti beberapa bagian saja.

Di tahun 2013, perusahaan melakukan launching Project Ara dan mengumumkan melalui konferensi developer I/O bahwa pada bulan Mei, modular versi developer telah tersedia di musim gugur tahun ini. Modular versi developer tidak diperbolehkan menggonta-ganti komponen: prosesor, baterai, dan layar. Pada tahun 2014, direncanakan trial di Puerto Rico dengan menyediakan smartphone frame dan sekitar 20-30 clip-on modul. Namun dibatalkan karena biaya perangkat yang terlalu tinggi dan masalah teknis.

Sayangnya, pada bulan Mei 2016, Google mengatakan versi baru dari ponsel modular ini kurang sesuai dengan yang direncanakan. Tampaknya, menurut Retuers, kini Google sudah menghentikan pengembangan teknologi ini dan ada kemungkinkan Google akan menjual lisensinya pada pengembang lain.

“Konsep original dengan membuat semua modul menjadi user-changeable adalah sesuatu yang luar biasa sulit untuk dikerjakan. Pendesainan ulang dengan hanya modul tertentu yang dapat dibongkar-pasang (swappable), tapi ini dapat merusak point terpenting dari pengalaman konsumen untuk melakukan swapping,” jelas Ian Fogg, senior director of mobile and telecoms at analysts IHS.

Jadi, bagi kamu penggemar ponsel modular, simpan dalam-dalam keinginan untuk membeli ponsel ini dalam waktu dekat, ya…

Reference : bbc.com, cnet.com

SHARE

LEAVE A REPLY