Wow, Pesawat Terbang Ini Gunakan Limbah Kayu Sebagai Bahan Bakar!

Wow, Pesawat Terbang Ini Gunakan Limbah Kayu Sebagai Bahan Bakar!

658
alaska pesawat berbahan bakar Limbah Kayu

Alaska Airlines sukses menerbangkan pesawat dengan menggunakan campuran limbah kayu sebagai bahan bakarnya. Bagaimana cara pengolahannya? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

Kreasitekno.com – Keterbatasan sumber daya alam khususnya bahan bakar fossil semakin membuat umat manusia mengencangkan ikat pinggang dalam penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak, seperti bensin, solar, avtur, dan semacamnya. Walau masih sedikit, beberapa pihak mulai mengembangkan kendaraan berteknologi ramah lingkungan dan tidak bergantung pada bahan bakar konvensional. Salah satu diantaranya adalah yang baru-baru ini dikembangkan, yakni penggunaan bahan bakar hayati yang berasal dari limbah kayu.


Baca Juga:  Lebih Murah Dapatkan Tiket Pesawat Menggunakan Google Flights!


Alaska Airlines rupanya telah berhasil melakukan sebuah langkah penggunaan sumber energi alternatif pada unit pesawat terbangnya. Maskapai yang berbasis di Seattle Tacoma, Washington DC , AS, ini menggunakan bahan bakar jet dengan campuran biofuel yang di dalamnya mengandung sekitar 20 persen hasil daur ulang limbah kayu dan mencobanya pada unit penerbangan (04) dimana lepas landas dari Seattle Tacome menuju bandara Reagan di Washington pada Senin (14/11/2016) lalu.

Seperti yang dikutip dari site resminya, Alaska Air, penggunaaan biofuel dengan menggunakan materi limbah kayu ini diklaim sebagai yang pertama di dunia. Dalam hal ini, limbah kayu yang dimaksudkan adalah berasal dari ranting, dahan, atau tonggak kayu yang tersisa dari penerbangan pohon di hutan maupun perkebunan di wilayah Pacific Northwest. Bahan bakar alternatif tersebut merupakan hasil dari penelitian di Northwest Advanced Renewables Alliance (NARA) dan Washington State University.

alaska-airlines-biofuel

Peneliti memulai langkah awal dengan mengubah gula selulosa dari kayu tidak terpakai menjadi isobutanol untuk kemudian diubah kembali menjadi bahan bakar Alcohol-To-Jet (ATJ). Sumber energi alternatif ini diklaim sebagai bahan bakar jet pertama di dunia yang didapatkan dari “sisa-sisa kayu”. Di samping itu, alkohol yang dihasilkan juga telah memenuhi uji kelayakan American Society for Testing Materials (ASTM), sebuah organisasi yang menetapkan standar internasional untuk berbagai materi, produk, sistem, dan layanan. Selama ini diketahui bahwa pemanenan hasil hutan (kayu) selalu meninggalkan limbah yang dibiarkan membusuk menjadi nutrisi tanah. Jika jumlahnya terlalu banyak, maka akhirnya dibakar. Sedangkan biofuel yang digunakan sebagai bahan campuran avtur tersebut memanfaatkan limbah kayu yang tidak terpakai.

alaska-boeing-sea-biofuel-infographic

Pihak Alaska Airlines menyatakan bahwa bahan bakar alternatif ini juga mampu mengurangi emisi gas efek rumah kaca sebesar 50 hingga 80 persen. Sedangkan pada penerapannya, penerbangan pesawat dengan memanfaatkan biofuel ini diklaim menghasilkan gas karbondioksida (CO2) jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar jet pada umumnya, yakni selisihnya bisa mencapai 70 persen.

SHARE

LEAVE A REPLY