3 Penemuan Penting dalam Penyembuhan HIV-AIDS Sepanjang Tahun 2016

3 Penemuan Penting dalam Penyembuhan HIV-AIDS Sepanjang Tahun 2016

1607
Treatment with injections

Hingga kini masih belum ditemukan cara untuk menanggulangi HIV-AIDS. Namun sejumlah penelitian diyakini telah mampu meminimalisir penyakit mematikan ini. Penelitian apa sajakah itu?

Kreasitekno.com — Jika ditanya soal penyakit paling berbahaya dan mematikan, sebagian besar orang tentunya akan menjawab penyakit AIDS. Ya, AIDS adalah satu diantara beberapa penyakit yang paling ditakuti manusia bahkan hingga saat ini. Tidak hanya karena sifatnya yang mematikan, di sebagian tempat, AIDS juga dikenal sebagai penyakit aib yang sangat memalukan bagi penderita maupun kerabatnya. Hal ini tidak mengherankan, karena jika sudah berbicara soal AIDS, maka pasti tak jauh-jauh dengan pergaulan bebas dan narkoba. Meski pada faktanya, penyebaran penyakit tersebut bisa melalui banyak perantara dan cara yang bermacam-macam.

AIDS tak lain disebarkan oleh virus yang dikenal dengan nama HIV (Human Immunodeficiency Virus), dan hingga kini telah menginfeksi puluhan juta manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi penduduk sangat besar. Sampai saat ini pun belum ada obat yang diyakni mampu secara 100% menyembuhkan penyakit HIV-AIDS. Selama ini HIV hanya berhasil ditekan perkembangannya melalui konsumsi obat yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV). Sementara para ilmuwan dan pakar medis masih terus mencari cara untuk menyembuhkan HIV. Meski belum seutuhnya, berbagai tahapan penemuan tersebut tetap menjadi langkah yang berharga dalam jejak rekam pengobatan HIV.

Berikut beberapa penemuan penting dalam rangka menunjang perkembangan dunia pengobatan khususnya HIV-AIDS sepanjang tahun 2016 berdasarkan rangkuman informasi dalam Medical Daily.

Percobaan Vaksin HIV ke Manusia

uji-coba-vaksin-hiv-aids

Beberapa bulan lalu, tepatnya pada Juli 2016, sejumlah peneliti melakukan uji coba vaksin terhadap penduduk di Afrika Selatan. Seperti yang kita ketahui, Afrika Selatan dikenal sebagai wilayah yang memiliki tingkat persebaran HIV-AIDS tertinggi di dunia.

Serangkaian uji coba ini merupakan kali kedua setelah percobaan pertama yang sebelumnya dilakukan sekitar 7 tahun lalu, yakni pada tahun 2009. Kala itu tingkat keberhasilan dari percobaan hanya sebesar 31 persen. Pada uji coba yang kedua, peneliti telah melakukan perbaikan formula sehingga bisa meningkatkan peluang keberhasilan dibandingkan dengan percobaan pertama. Namun demikian, masih belum diketahui sejauh mana percobaan tersebut berhasil.

Menghilangkan HIV dari DNA Manusia

web15-equ-hiv-drawers-discrim-1012x729

Pada bulan Maret, peneliti dari Temple University berhasil memberikan kontribusi dalam pengobatan HIV-AIDS dengan menemukan teknik manipulasi gen CRISPR / Cas9 dalam rangka menghilangkan virus HIV dari DNA manusia. Di dalam penelitian tersebut ditunjukkan bahwa sel-sel yang telah dimanipulasi ternyata tidak rentan mengalami infeksi berulang. Penemuan ini masih dalam tahap pengembangan, jadi belum bisa diterapkan di masyarakat secara luas. Namun bukan tidak mungkin penemuan ini nantinya akan benar-benar mampu menyembuhkan HIV secara menyeluruh.

Mengembangkan Obat Antivirus

Sekitar 5 bulan lalu, pada Agustus 2016, sejumlah ilmuwan dari Medical Research Council (MRC) Laboratorium Biologi Molekuler di Cambridge dan London College University telah berhasil mendapatkan komponen penting dari virus HIV yang berpotensi menginfeksi sel-sel tubuh. Hasil dari penelitian ini merupakan terobosan baru dalam rangka penyembuhan HIV-AIDS secara lebih efektif.

Demikianlah beberapa penemuan yang berhasil diraih oleh sejumlah ilmuwan dan pakar medis dlam rangka menyembuhkan dan mencegah HIV-AIDS secara menyeluruh dan efektif. Tentunya penemuan ini juga dibarengi dengan menghilangkan efek samping yang berpotensi merusak jaringan atau organ tubuh lainnya akibat proses penyembuhan yang “tidak biasa”. Bagaimana menurutmu?

SHARE

LEAVE A REPLY