Peneliti Temukan Kerentanan Pada Semua Jaringan WiFi

Peneliti Temukan Kerentanan Pada Semua Jaringan WiFi

155
Peneliti Temukan Kerentanan Pada Semua Jaringan WiFi

Kabar mengejutkan datang dari para peneliti asal Belgia. Mengungkap bahwa koneksi WiFi yang kita manfaatkan hampir 13 tahun terakhir ini ternyata bisa disusupi oleh penyadap.

Seperti yang kita kenal, kebanyakan WiFi yang kita gunakan menggunakan protokol WiFi Protected Access 2 (WPA2) atau disebut juga WPA atau WPA2 Personal. WPA2  adalah sebuah sistem protokol yang menawarkan sebuah autentikasi Pre-Shared Key (PSK) sehingga mudah digunakan oleh pengguna rumahan ataupun di lingkungan bisnis.

Entah apapun Internet Service Provider (ISP) yang kita jadikan langganan dan device yang kita gunakan untuk menyambung ke WiFi tersebut, nampaknya kita harus ekstra waspada. Dilaporkan oleh The Guardian, Senin, 16 Oktober 2017, celah kerentanan sistem protokol WPA2 tersebut ditemukan oleh salah seorang ahli keamanan dari Universitas Belgia KU Leuven bernama Mathy Vanhoef. Vanhoef memaparkan temuanya dalam statemen panjang di alamat situs krackattacks.com

Serentak dengan temuan tersebut, The United States Computer Emergency Readiness Team (Cert) langsung menerbitkan sebuah peringatan terkait dengan kerentanan tersebut.

Menurut Vanhoef, celah yang ditemukan tersebut bisa digunakan sebagai sebuah teknik baru untuk menyerang pengguna yang berada di semua jaringan WiFi. Penyusup dapat dengan mudah membaca informasi yang sebelumnya diasumsikan sebagai data yang telah terenskripsi. Selanjutnya, ini sangat berbahaya karena dapat digunakan untuk membaca informasi sensitif seperti nomor kartu kredit, password, foto, email, atau bahkan pesan.

Ia menekankan, celah ini tak pandang bulu. Serangan tersebut bisa berjalan lancar bahkan pada sebuah sistem jaringan modern sekaligus. Pada konfigurasi jaringan tertentu, pembajak bisa dengan mudah memanipulasi data seperti halnya menginjeksi ransomware atau malware ke sebuah website. Lebih bahaya lagi, kerentanan tersebut juga berdampak pada segala jenis sistem operasi seperti Android, Linux, Windows, MediaTek, Lyinksys, OpenBSD dan lain sebagainya.

Secara teknis dampak dari kerentanan tersebut meliputi aktifitas dekripsi, packet replay, pembajakan koneksi TCP, injeksi konten HTTP dan lain sebagainya.


Baca Juga Wow, Hasil Survei Tunjukkan Kalau WiFi Jauh Lebih Penting daripada Seks!


Alex Hudson, the chief technical officer of subscription service Iron lebih bersikap tenang menghadapi itu. Karena pada dasarnya pengguna Internet masih memiliki keamanan tambahan seperti halnya VPN, SSH ataupun HTTPS saat mereka mengakses internet. Meskipun demikian, saat ini sulit dikatakan bahwa koneksi menggunakan WPA2 bisa dijamin aman.

SHARE

LEAVE A REPLY