Misteri Musnahnya Suku Aztec, Peradaban Yang Besar di Benua Amerika

Misteri Musnahnya Suku Aztec, Peradaban Yang Besar di Benua Amerika

584
misteri musnahnya suku aztec di amerika

Musnahnya suku Aztec merupakan misteri di sejarah dunia. Ada sesuatu yang lebih besar dari pada invasi dari bangsa Spanyol!

Kreasitekno.com — Peradaban suku Aztec sangatlah maju dan kaya raya. Sebuah peradaban paling maju di benua Amerika memiliki bangunan yang megah dan peradaban yang besar. Diyakini peradaban ini memiliki timbunan harta dan perhiasan yang berlimpah sehingga banyak bangsa yang menginginkannya. Peradaban Aztec hilang secara misterius setelah kedatangan bangsa Sepanyol di tahun 1500an Saat itu diperkirakan ada lebih dari 25 juta penduduk dari suku Aztec. Seabad kemudian, mereka pun hampir musnah dan hanya menyisakan sekitar 1 juta dari mereka. Banyak rumor dan teori akan runtuhnya suku Aztec, seperti mereka diserang bangsa Spanyol, atau mereka terkena kutukan. Hal ini masih menjadi misteri hingga beberapa ilmuwan telah menemukan penyebab musnahnya suku Aztec.

penyebab musnahnya suku aztec di amerikaSetelah dilakukan penelitian dari DNA yang tersisa dari suku Aztec, ilmuwan telah meyakini penyebabnya. Bakteri Salmonella menjadi penyebab musnahnya suku Aztec. Wabah yang mendatangi mereka dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah kedatangan bangsa Spanyol ke tanah Meksiko, ditambah lagi saat itu di Eropa juga melanda wabah penyakit. Keadaan ini diperparah dengan penyakit lainnya seperti typus, demam berdarah dikombinasikan dengan kekeringan sehingga membawa kematian. Wabah ini menelan 80 persen populasi suku Aztec saat itu. Wabah penyakit yang membunuh sebagian besar suku Aztec disebut “cocoliztli” dari kata “wabah” dalam bahasa Aztec.
Diperkirakan cocoliztli, terjadi anatar tahun 1545 hingga 1550. Wabah ini dibilang menjadi wabah yang paling parah dalam sejarah baru umat manusia.

misteri suku aztec di amerika
Penyebab musnahnya suku Aztec telah dibuktikan oleh seorang ilmuwan, Max Planck. Beliau membuktikannya dengan melakukan test DNA dari 29 orang korban diduga korban wabah cocoliztl. Setelah membandingkan dengan lebih dari 2.700 lebih gen bakteri, akhirnya ditemukan mereka terjangkit bakteri Salmonella enterica atau lebih dikenal sebagai Salmonella Paratyphi C. Bakteri ini cukup langkah dan serang terjadi wabah di negara berkembang. Tanpa pengobatan yang intensif, bakteri ini bisa membunuh 10 – 15 persen penderitanya.

Bakteri Salmonella menginfeksi manusia lewat pencernaan. Jadi kita harus menjaga kebersihan lingkungan terutama saat akan makan. Jangan sampai wabah ini muncul lagi untuk kesekian kalinya dan melanda kita.

Sumber

SHARE

LEAVE A REPLY