Menteri ESDM Undang Naufal Bocah Penemu Listrik Pohon Kedondong

Menteri ESDM Undang Naufal Bocah Penemu Listrik Pohon Kedondong

550
Bocah Penemu Listrik

Naufal mendapatkan sambutan hangat ketika menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Jakarta. Pertemuannya dengan Ignasius Jonan merupakan bentuk keseriusan Kementerian ESDM dalam menanggapi temuan siswa kelas 3 Madrasah Tsanawiyah yang tergolong unik.

Menteri Jonan menilai bahwa penemuan listrik dari pohon kedondong termasuk dalam kategori energy baru dan terbarukan (EBT). Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian dan dukungan serius. Saat ini Naufal Raziq masih berumur 15 tahun, dimana banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan oleh bocah seumuran itu.

Saat di kantor Kementerian ESDM Naufal menceritakan asal-mula penemuannya 2 tahun yang lalu ketika masih duduk di kelas 1. Demikian juga, Naufal menyampaikan segudang cita-cita besar demi mewujudkan temuanya tersebut agar bermanfaat ke kalangan yang lebih luas atau bahkan bisa diproduksi secara masal.

Bocah kelahiran Langsa, Provinsi Aceh tersebut menuturkan bahwa hingga saat ini, listrik energi pohon kedondong tersebut sudah diaplikasikan di sejumlah rumah di pelosok Aceh Timur, tepatnya di desa Tampur Paloh. Dia berharap dalam waktu dekat energi tersebut sudah bisa terhubung ke skala yang lebih luas, Jakarta Jum’at, 19 Mei 2017.

Naufal menceritakan awal mula penemuannya tersebut terinspirasi dari mata pelajaran IPA disaat ia membaca bahwa ada beberapa tanaman yang bisa menghasilkan energi listrik sederhana. Sejak saat itu uji coba mulai dilakukan dengan mencoba berbagai tanaman seperti pohon mangga, belimbing, asam jawa dan kedondong. Ketika menguji pohon kedondong ternyata ada keunikan dan keistimewaan tersendiri. Naufal bercerita bahwa kedondong memiliki karakter yang pas dengan batang pohon yang besar dan mudah tumbuh.


Baca Juga Sejenak Mengintip Penemu dan Pembuat Sabun Pertama di Dunia


Satu pohon kedondong bisa disulap untuk menghasilkan energy 4 V dengan jumlah 4 lubang. Ia menuturkan bahwa untuk bisa menyalakan sebuah lampu diperlukan 4 pohon yang tentu saja masing-masing sudah dilengkapi peralatan teknis seperti tembaga dan logam.

Pertemuanya dengan Ignasius Jonan membuahkan hasil manis. Melalui Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM akan segera memberikan bantuan berupa pendanaan untuk mengembangkan penemuan tersebut.

SHARE

LEAVE A REPLY