Menkominfo Gandeng Facebook dan Twitter Perangi Hoax di Indonesia!

Menkominfo Gandeng Facebook dan Twitter Perangi Hoax di Indonesia!

299
berita hoax anti hoax cara mengetahui berita hoax

Menkominfo, Rudiantara, gandeng Facebook dan Twitter untuk dalam rangka memerangi peredaran berita palsu alias hoax. Bagaimana kiatnya? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

Kreasitekno.com — Sejak beberapa tahun belakangan ini kasus berita hoax sering bermunculan. Semakin mudahnya akses informasi yang didapatkan melalui internet nampaknya membuat masyarakat semakin rentan terhadap pengaruh berita palsu yang beredar. Dan akhir-akhir ini media sosial menjadi “ladang utama” dari tersebarnya berita hoax. Masyarakat pun banyak yang menjadi korban dimana sebagian besar dari mereka adalah pengguna media sosial.


Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Netizen Indonesia Doyan Berita Hoax!


Jika ditanya media sosial apakah yang paling banyak digunakan masyarakat di Tanah Air? Maka sudah barang tentu jawabannya adalah Facebook, kemudian disusul Twitter yang hampir selalu terpampang di bermacam-macam pilihan aplikasi di layar smartphone.

zune-hd-facebook-twitter-featured

Menyikapi persoalan ini, pemerintah akhirnya mulai berdiskusi dengan pihak pengelola media sosial, yakni Facebook dan Twitter, dalam rangka upaya memerangi beredarnya berita hoax yang sedang marak di Tanah Air.

Menkominfo, Rudiantara, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin diskusi dengan manajemen Twitter di Indonesia. Selanjutnya pertemuan dengan pihak Facebook akan segera menjadi agenda selanjutnya.

“Jadi, penyedia kontennya juga kami ajak kerja sama lebih dalam. Kami sudah kirim surat ke Facebook. Minggu ini mereka datang,” ujar Rudiantara di sela deklarasi Masyarakat Anti Hoax, Minggu (8/1/2017). Tidak dijelaskan lebih detail mengenai isi dari pertemuan tersebut, namun yang jelas dirinya berharap agar mereka dapat membantu mengurangi persebaran berita hoax yang tengah beredar. Karena menurutnya, pihak media sosial sebagai penyelenggara layanan seharusnya ikut bertanggung jawab dengan peredaran berita palsu hingga memakan banyak “korban”.

“Kami sampaikan concern-nya, dengan banyaknya konten yang bertentangan dengan aturan di Indonesia. Kami sampaikan, ayo duduk sama-sama dan bicarakan bagaimana caranya mengatasi ini,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Facebook sebelumnya telah menguraikan empat planning yang akan diterapkan di jejaring sosialnya untuk mengurangi penyebaran hoax. Sama halnya dengan Twitter yang juga mempunyai strategi tersendiri.


Baca Juga: Baca 5 Cara Ini Agar Terhindar dari Berita Hoax!


Sementara itu raksasa mesin pencari, Google, menyatakan telah bekerjasama dengan sejumlah outlet media di Google News agar hasil pencariannya bisa membuahkan berita dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Namun demikian, Google tetap menyatakan bahwa secara keseluruhan peredaran berita palsu di internet masih sulit dikontrol.

SHARE

LEAVE A REPLY