Mendesain Robot Kini Tak Susah Berkat Penelitian CSAIL MIT

Mendesain Robot Kini Tak Susah Berkat Penelitian CSAIL MIT

385
Mendesain Robot Kini Tak Susah

Perkembangan dunia teknologi sungguh menakjubkan. Sebelum adanya penemuan dari peneliti Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) milik MIT, ketika orang ingin membuat desain robot, paling tidak mereka harus berkecimpung dalam ilmu robotika dan memiliki bekal training yang mumpuni. Dalam arti lain, mendesain robot bukan pekerjaan gampang.

Tim CSAIL MIT telah mengembangkan sebuah sarana yang dapat digunakan oleh pemula untuk mendesain sebuah robot. Alat tersebut dinamai dengan CSAIL Interactive Robogami.

Sistem tersebut mampu membuat pemula membayangkan desain sebuah robot dalam waktu yang cukup singkat, yaitu sekita 1 atau 2 jam saja.

Di langkah awal, para pemula akan disuguhi rincian bagian-bagian sebuah robot yang terangkum dalam sebuah katalog digital di dalam komputer. Setelah itu mereka bisa merakit antar bagian serta mengetahui strategi bagaimana sebuah robot bisa bergerak.

Para peneliti sudah menyiapkan semuanya ke dalam sistem. Jadi program simulasi yang disajikan juga mudah dimengerti. Seperti ketika melakukan simulasi gerak di layar komputer. Jika ada bagian-bagian yang tidak dirakit dengan benar, maka program tersebut secara otomatis akan memberikan saran dan masukan. Misalnya, salah memilih roda atau salah memiliki kepala membuat robot tersebut susah berjalan karena terlalu berat dan lain sebagainya.

Jika sudah merasa puas dengan desain robot di dalam simulasi, maka pengguna bisa langsung mencetak desain tersebut dalam bentuk 3D printing. Nah inilah yang membuat hasil print desain robot bisa dilipat layaknya seni origami. Setiap kompen bisa diprint dan bisa dilipat menjadi bentuk sebuah komponen robot. Keunikan inilah yang menginspirasi para tim untuk menamakan program tersebut dengan Robogami.


Baca Juga Robocop Sungguhan Siap Bantu Tugas Polisi di Dubai


Untuk menghasilkan cetakan Robogami tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses printing yang memakan waktu 3 sampai 7 jam. Meskipun demikian, setelah proses printing selesai pengguna dapat merakitnya dalam bentuk origami dalam waktu yang lebih singkat.

Usaha ini merupakan langkah yang cukup cerdas dalam “meminimalisir batas kepada siapa saja untuk membuat desain robot”, seperti yang diungkapkan oleh Cynthia Sung, sang co-leader dari tim tersebut.

SHARE

LEAVE A REPLY