Memaafkan Terbukti Secara Ilmiah Mampu Mencegah Stres dan Depresi!

Memaafkan Terbukti Secara Ilmiah Mampu Mencegah Stres dan Depresi!

175
SHARE

Hasil penelitian telah membuktikan bahwa orang yang sabar dan suka memaafkan lebih terhindar dari berbagai resiko penyakit, terutama stres dan depresi.

Kreasitekno.com  Beberapa orang berpikir bahwa kesehatan mental tidak ada hubungannya dengan kesehatan fisik, atau dengan kata lain keduanya merupakan hal yang terpisah walaupun sama-sama penting. Benarkah demikian? Ketika kita merasa stres atau depresi, badan kita tidak akan terpengaruh atau paling tidak kondisinya ikut memburuk. Bahkan di saat-saat tertentu berat badan malah semakin bertambah akibat pelampiasan stres pada makanan. Ada pula yang sebaliknya, yakni badan semakin bertambah kurus dan mudah terserang penyakit.


Baca Juga: Lupakan Wortel, Inilah Cara Ampuh Menyembuhkan Rabun Jauh!


Apapun itu, anggapan mengenai kondisi kesehatan mental dan fisik yang tidak saling berkaitan adalah suatu hal yang keliru. Bahkan bisa dikatakan bahwa keduanya saling membutuhkan satu sama lain, hanya saja peran dan fungsinya berbeda. Karena memiliki bagian peran dan fungsi yang berbeda, maka bentuk penanganan maupun perawatan keduanya pun berbeda. Satu hal yang bisa dijadikan sebagai contoh ringan dimana kesehatan mental sedang terganggu yakni munculnya stres atau depresi. Kondisi gangguan mental seperti ini tidak bisa disembuhkan dengan obat fisik, melainkan dengan bentuk penanganan lain, seperti misalnya menenangkan diri, refreshing, dan semacamnya.

92446_9dad_7

Namun belakangan ini para peneliti menemukan sejumlah hal yang menarik di dalam riset mereka, terutama dalam masalah kesehatan mental dan fisik. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Psychology, dikatakan bahwa orang yang pemaaf memiliki kecenderungan kondisi kesehatan mental yang jauh lebih baik dan stabil jika dibandingkan dengan kondisi kesehatan orang pada umumnya. Dalam artian orang yang suka memaafkan baik diri sendiri maupun kesalahan orang lain lebih terjaga dari stres, depresi, maupun penyakit mental (psikis) lainnya yang mungkin timbul. Sangat berbeda kondisinya dengan orang yang pendendam atau pemarah, ia akan lebih mudah terjangkit stres dan depresi.

Di dalam prosesnya, peneliti melibatkan sebanyak 148 orang dewasa sebagai responden untuk mengisi kuesioner mengenai tingkat stres, kecenderungan untuk memaafkan, serta kondisi kesehatan mental dan fisik mereka. Dan hasilnya adalah orang-orang yang seringkali mengalami stres dan depresi, memiliki kondisi kesehatan fisik yang buruk. Sementara itu orang-orang yang sabar (pemaaf) cenderung memiliki kondisi kesehatan fisik yang sangat baik.

patience

“Jika anda tidak memiliki keinginan untuk memaafkan, stres akan memperburuk kesehatan mental anda secara tak tanggung-tanggung, yang akhirnya memperburuk kesehatan fisik juga. Sehingga, anda tidak memiliki penangkal stres. ” ujar Loren Toussaint, seorang profesor psikologi di Universitas Luther.


Baca Juga: Wow, Hasil Survei Tunjukkan Kalau WiFi Jauh Lebih Penting daripada Seks!


Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang sabar atau pemaaf lebih terhindar dari resiko terkena penyakit yang menyerang fisik sekalipun. Sama persis dengan nasihat-nasihat yang selalu diutarakan pada kita mengenai bagaimana pentingnya melatih kesabaran selama menjalani hidup. Dan hasil penelitian tersebut hanyalah satu hikmah kecil dari sekian banyaknya manfaat yang ada pada sikap sabar dan pemaaf. Sudahkah kita menjadi orang yang sabar dan pemaaf?

SHARE

LEAVE A REPLY