Masih Tentang Kehidupan Di Mars, NASA Akan Lepas Bakteri Ke Stratosfer

Masih Tentang Kehidupan Di Mars, NASA Akan Lepas Bakteri Ke Stratosfer

351
NASA Akan Lepas Bakteri

Bersamaan dengan gerhana matahari total yang akan terjadi di wilayah Amerika minggu depan banyak yang memanfaatkan momen tersebut untuk berbagai acara. Banyak perusahaan teknologi yang akan meluncurkan produk atau program barunya. Di bidang sains, NASA juga tak akan melewatkan momen itu begitu saja.

NASA berencana akan mengirim 50 balon udara di ketinggian 100.000 kaki sebagai kendaraan para bakteri untuk uji coba terkait dengan kehidupan di planet Mars.

Nah, ini sangat menarik mengingat salah satu lapisan bumi nan jauh disana ternyata memiliki kondisi persis dengan permukaan planet Mars. NASA ingin tahu bagaimana bakteri asal bumi tersebut jika ditempatkan di ruang angkasa yang kesimpulannya bisa disamakan ketika di Mars.

Seperti yang dikutip dari The Verge, Sabtu (19/8/2017), balon-balon tersebut akan dilengkapi dengan kamera Raspberry Pi, sensor cuaca dan modem agar bisa langsung live stream.

Soal bakteri, ternyata bakteri tersebut sudah dilatih sedemikian rupa dan memiliki kekebalan khusus. Jika bakteri yang dikirimkan dapat hidup, maka di Mars kemungkinan juga akan hidup. Soal gerhana matahari, pasti akan seru ketika disiarkan langsung oleh NASA.

Sebenarnya ide program peluncuran balon ke lapisan stratosfer bumi tersebut bukan pertama kali dicetuskan oleh NASA. Ada sebuah komunitas dari berbagai sekolah dan universitas di Amerika yang membuat proyek peluncuran balon udara pada 21 agustus mendatang. Proyek ini dinamai dengan “The Eclipse Ballooning Project” yang diketuai oleh Angla Des Jardins dari Universitas Montana. NASA cukup kaget saat mendengar rencana itu dan langsung ikut ambil bagian.

Stratosfer salah lapisan bumi tepat setelah lapisan ozon. Kondisinya sangat mirip dengan permukaan planet Mars dengan suhu rata-rata berada di 35 derajat Fahrenheit dan langsung mendapatkan paparan radiasi sinar UV. Ketika gerhana matahari suhu tersebut akan drop.


Baca Juga Masih Bermimpi Tinggal di Asgardia? Berikut Penjelasan LAPAN


Bakteri yang diuji coba tersebut bernama Paenibacillus xerothermodurans. Bakteri tersebut memiliki spora perlindungan khusus yang dapat membuatnya bisa bertahan bahkan di lingkungan yang sangat minim kehidupan. Bayangkan, bakteri jenis ini bisa mati hanya ketika dibakar pada suhu 257 derajat Fahrenheit selama 140 jam. Itupun tidak 100 persen mati.

SHARE

LEAVE A REPLY