Kaspersky Lab Beberkan Alasan Orang-Orang Tinggalkan Facebook, Instagram, dan Twitter!

Kaspersky Lab Beberkan Alasan Orang-Orang Tinggalkan Facebook, Instagram, dan Twitter!

484
Kaspersky Lab

Kaspersky Lab menunjukkan hasil survei mengenai alasan orang-orang ingin meninggalkan jejaring sosial. Simak sebagian besar alasan responden  dalam ulasan berikut!

Kreasitekno.com  Beberapa waktu lalu, sejumlah penelitian yang dilakukan di 12 negara telah dilakukan oleh perusahaan cyber security bernama Kaspersky Lab. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui berbagai macam alasan mengapa orang meninggalkan jejaring sosial seperti diantaranya yakni Facebook, Instagram, Twitter, dan semacamnya. Diantara sekian banyaknya ragam alasan yang muncul, yang mendapatkan poin terbesar yakni jejaring sosial dianggap hanya membuang-buang waktu.

1018339513

Kaspersky Lab melakukan penelitian tersebut dengan membuat survei online yang ditujukan pada 4.831 responden dimana pertanyaan survei telah diterjemahkan ke dalam 9 bahasa. Bahasa terjemahan tersebut antara lain yakni Inggris, Jepang, Jerman, Rusia, Italia, Spanyol, Perancis, Portugis, dan Turki yang kemudian diprogram menggunakan Poll Daddy. Survei tersebut selanjutnya disebar dengan menggunakan promosi berbayar melalui Facebook dan Twitter dan berhasil menghimpun beberapa alasan terbesar mengenai ditinggalkannya jejaring sosial oleh para penggunanya.

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter

 

1. Buang-Buang Waktu

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter

Berdasarkan jumlah dari tautan survei yang telah disebarkan, sebanyak 39 persen responden berpendapat bahwa mereka hanya membuang-buang waktu di jejaring sosial. Dan hampir 78 persen dari mereka telah menyatakan sudah mempertimbangkan untuk meninggalkan jejaring sosial.

2. Pelanggaran Privasi

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter

Setelah alasan pertama (membuang-buang waktu), sekitar 30 persen responden menyatakan bahwa ada semacam unsur pelanggaran privasi yang terjadi di dalam jejaring sosial meski tidak dilakukan secara langsung. Mereka tidak ingin serangkaian aktivitasnya dimonitor oleh pihak jejaring sosial. Demikian pula berbagai data-data penting yang diserahkan pada pihak jejaring sosial sebagai sarana identifikasi akun pengguna seperti misalnya e-mail, nomor telepon, tempat tinggal, pendidikan, dan yang sejenisnya.

3. Peretasan Akun

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter

Sebanyak lima persen responden menyatakan bahwa terjadinya peretasan akun oleh beberapa pihak yang tidak diketahui menyebabkan mereka ingin meninggalkan jejaring sosial.

4. Respon Para Hater

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter

Kemudian sebanyak empat persen responden ingin meninggalkan jejaring sosial disebabkan oleh banyaknya para hater yang seringkali melontarkan kata-kata yang tidak menyenangkan.

Sedangkan beberapa persen sisanya mengungkapkan alasan yang beragam sifatnya. Meski demikian, beberapa pengguna tetap merasakan adanya “keterikatan” dengan jejaring sosial karena beberapa hal, seperti diantaranya yakni tidak ingin kehilangan memori digital dan kontal dengan teman-teman. Sebagian besar dari mereka percaya jika meninggalkan jejaring sosial maka akan banyak kontak dan momen ikut menghilang, demikian pula berbagai kenangan seperti foto dan video yang diunggah di dalamnya.

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter

Namun demikian, Kaspersky Lab telah membuat sebuah aplikasi yang disebut FFForget sebagai solusi untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. FFForget adalah aplikasi yang digunakan untuk mem-backup semua kenangan foto dan video dari jejaring sosial dan meletakkannya pada semacam database yang aman (sudah dienkripsi). Dengan demikian FFForget dapat memberikan kebebasan bagi siapapun yang ingin meninggalkan jejaring sosial tanpa adanya kekhawatiran tersebut.

Alasan orang-orang tinggalkan facebook, instagram, twitter“Dengan FFForget, kami berusaha menciptakan solusi sehingga individu tidak perlu takut kehilangan memori karena akun yang diretas,” terang Evgeny Chereshnev, Head of Social Media Kaspersky Lab..

SHARE

LEAVE A REPLY