Jadwal Peristiwa Langit Tahun 2017: Akan Ada Banyak Hujan Meteor!

308
SHARE

Peristiwa langit tahun ini cukup banyak dan dihiasi oleh banyak gerhana dan juga hujan meteor yang berasal dari komet yang melintas.

Kreasitekno.com — Tahun 2017 ini bakal ada banyak peristiwa langit yang terjadi, lho! Di awal tahun ini saja, kita sudah disambut dengan hujan Meteor Quadrantid yang dimulai dari tanggal 28 Desember hingga 12 Januari. Nah, selain hujan meteor tersebut, ternyata masih ada event lainnya yang menunggu untuk kita saksikan! Apa sajakah itu? Berikut adalah jadwal peristiwa langit tahun 2017:

11 Februari: Gerhana Bulan Penumbra

Bulan depan akan dibuka dengan gerhana bulan pertama di tahun ini. Berbeda dengan gerhana bulan total dan gerhana bulan sebagian,bulan tidak akan menghilang di langit malam. Saat gerhana bulan penumbra, Bulan hanya tampak berubah sedikit gelap, atau berkurang kecerlangannya. Sebagian masyarakat di Indonesia bisa mengamati gerhana ini. Untuk wilayah Sumatera, sebagian Jawa, dan sebagian kecil Kalimantan. Tetapi gerhana ini hanya terjadi sesaat, dimulai ketika Bulan akan terbenam dan fajar menyingsing.

26 Februari: Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari akan menghiasi di akhir bulan Februari. Proses terjadinya gerhana matahari cincin sama saja dengan gerhana matahari total. Tetapi letak bulan berada pada titik terjauh dari Bumi sehingga akan membentuk sebuah cincin. Sayangnya gerhana Matahari ini tidak akan datang di Indonesia, hanya melewati di daerah Bumi Selatan di sekitar Amerika Selatan, Samudra Atlantik, dan Afrika.

peristiwa langit jadwal meteor gerhana matahari

22 April: Hujan Meteor Lyrid
Di bulan April kalian akan disambut dengan Hujan Meteor Lyrid yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1. Bisa dinikmati dari datangnya arah rasi Lyra. Puncaknya tepat ditanggal 22 April tengah malam, mulau 23:00 WIB sampai 01:50 WIB.Saat puncaknya bisa mencapai 18 meteor per detiknya.

6 Mei: Hujan Meteor Eta Aquariid
Hujan meteor Eta Aquariid akan mencapai puncak tanggal 6 April pukul 03.00 dini hari. Hujan meteor ini berasal dari komet Halley dan bisa diamati dari rasi Awuarius di tengah malam hingga fajar. Waktu yang paling tepat saat sekitar jam 2 pagi, dimana rasi bintang Auarius cukup tinggi dan bulan sudah cukup rendah. Puncaknya kalian bisa melihat 10~30 meteor setiap jamnya.

30 Juli: Alpha Capricornid
Hujan Meteor Alpha Capricornid berlangsung dari 3 Juli hingga 15 Agustus dan mencapai puncak di tanggal 29 hingga 30 Juli dengan intensitas 5 meteor per jam. Meteor cukup besar untuk dilihat dan biasanya ada bola api yang terbentuk diangakasa. Rasi Capricorn sudah terbit dari senja tetapi waktu paling tepat disaat tengah malam, dimana saat itu Bulan sudah cukup rendah sehingga tidak akan terlalu mengganggu.

30 Juli: Hujan Meteor Delta Aquariid Selatan
Hampir bebarengan dengan hujan meteor Alpha Capricornind, hujan meteor Delta Aquariid Selatan. Berasal dari komet yang berbeda, komet Marsden dan Kracht. Hujan Meteor ini terjadi dari tanggal 12 Juli hingga 23 Agustus dan mencapai puncaknya di tanggal 30 Juli dengan intensitas sampai 16 meteor per jamnya.  Hujan meteor ini tampak dari rasi bintang Aquarius.

7 Agustus: Gerhana Bulan Sebagian
Saat 7 Agustus, seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati gerhana bulan sebagian. Saat itu sebagian piringan Bulan akan berada dalam umbra Bumi dan sebagian lagi berada di area penumbra.

12 Agustus: Hujan Meteor Perseid
Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 100 —150 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus. Rasi bintang ini baru terbit setelah lewat tengah malam yakni pukul 01:00 WIB. Bulan cembung masih cukup terang di langit malam. Bulan terbit pukul 21:42 dan akan jadi sumber polusi cahaya alami bagi pengamat, meskipun tidak seterang Bulan Purnama. Sehingga dianjurkan saat lewat tengah malam. Berhubung intensitasnya cukup banyak jadi jangan lewatkan jadwal peristiwa langit yang satu ini.

21 Agustus: Gerhana Matahari Total
Bukti bahwa Gerhana Matahari Total bukan sesuatu yang sangat langka. Tahun 2017, GMT terjadi pada tanggal 21 Agustus 2017. Hanya saja, bukan melewati Indonesia. Gerhana Matahari Total 2017 akan melintasi seluruh wilayah Amerika Serikat dan sebagian wilayah Amerika Selatan. Jalur totalitas gerhana akan melintas dari Pasifik Utara, Amerika Serikat dan Atlantik Selatan.

10 Oktober: Hujan Meteor Taurid Selatan
Hujan Meteor Taurid Selatan berlangsung dari 10 September hingga 20 Nopember. Hujan meteor ini berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke. Meskipun intensitasnya cukup sedikit, hanya sekitar 5 meteor setiap jamnya, tetapi hujan meteor ini cukup sering membuat bola api di angkasa. Dan puncaknya terjadi pada tanggal 10 Oktober di rasi bintang Taurus. Disaat itu pada pukul 22:11 WIB bulan masih cukup terang, jadi bersabar untuk menunggu lebih malam lagi.

21 Oktober: Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor ini terjadi dari 2 Oktober hingga 7 Nopmeber dan berasal dari sisa debu komet Halley yang “mampir” di bulan Oktober. Sesuai namanya hujan meteor ini akan tampak datang dari rasi Orion dan mencapai puncak pada tanggal 21 Oktober. Di saat itu intensitasnya mencapai 25 meteor tiap jamnya. Disarankan nonton event ini dari pukul 21:00 WIB karena saat itu bulan telah terbenam sejak 19:00 WIB.

12 November: Hujan Meteor Taurid Utara
Hujan meteor ini dimulai dari 20 Oktober hingga 10 Desember dan mencapai puncaknya pada tanggal 12 Nopember. Di saat puncak intensitasnya bisa mencapai 5 meteor perjamnya. Bulan di hari tersebut sudah terbenam sejak Matahari terbenam. Jangan lewatkan jadwal peristiwa langit yang satu ini. Karena perpaduan hujan meteor Taurid Utara dan Selatan yang masih berlangsung di akhir Oktober dan awal November menjadi atraksi menarik di langit. Apalagi dengan kehadiran fireball.

17 November: Hujan Meteor Leonid
Pernah hujan Meteor Leonid tampak luar biasa dengan badai meteornya, tetapi saat ini hanya menyisakan 15 meteor per jam saat puncak. Terjadi dari tanggal 6 hingga 30 Nopember dan mencapai puncaknya di tanggal 17 Nopember. Hujan meteor ini berasal dari isa debu komet Tempel-Tuttle. Akan tampak dari rasi Leo yang terbit saat tengah malam. Saat ini bulan sedang menuju fase Bulan Baru yang cukup redup.

14 Desember: Hujan Meteor Geminid
Di penghujung tahun 2017, tepatnya dari tanggal 4 hingga 17 Desember hujan meteor Geminid kembali menjadi tontonan menarik. Puncaknya di tanggal 14 Desember dengan 120 meteor per jam. Jadwal peristiwa langit yang satu ini jangan dilewatkan karena  saat itu bulan masih di fase bulan baru dan tidak terlalu malam puncaknya, lebih tepatnya pukul 22:00 WIB disaat rasi Gemini sudah cukup tinggi.

Juni – Oktober: Saturnus Yang Tampak Seksi

Pada bulan tersebut, posisi planet Saturnus yang cukup “PW” untuk dilihat dengan kemiringan cincinnya yang nampak indah. Posisi terbaik sebelumnya ada pada tahun 2003 lalu dan para pengamat bisa menikmati cincin Saturnus dari teleskop kecil. Kemiringan cincin Saturnus mencapai puncaknya saat tanggal 17 Oktober. Nah, bagi kalian yang memiliki teleskop kecil jangan lewatkan jadwal peristiwa langit.

sumber

LEAVE A REPLY