Inilah Cara Facebook Ikut Perang Lawan Terorisme

Inilah Cara Facebook Ikut Perang Lawan Terorisme

329
Inil Facebook Lawan Terorisme

Akhir-akhir ini Facebook blak-blakan kepada publik terhadap segudang sentilan-sentilan yang sering dilontarkan oleh kalangan netizen. Memang banyak sekali perdebatan yang sering dilakukan oleh anggota komunitas terkait dengan keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan jejaring sosial yang kini sudah memiliki anggota lebih dari 2 milyar tersebut. Melalui Newsroom-nya, Facebook memberikan jawaban atas berbagai macam pertanyaan pelik yang sering dilontarkan ataupun didiskusikan.

Sebagai publikasi awal yang cukup substansial Facebok memberikan jawaban atas pertanyaan seputar langkah yang diambil dalam memerangi penyebaran propaganda teroris. Sekaligus ini adalah respon Facebook terhadap berbagai macam ancaman terorisme yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Dalam sebuah tajuk berjudul “Hard Question: How We Counter Terorism”, yang dimuat dalam Newsroom Facebook, seperti yang kami kutip pada hari Jum’at (16/6/2017), Facebook menegaskan bahwa peran teknologi dan Facebook yakin bisa memberikan kontribusi untuk memerangi terorisme. Sebenarnya langkah-langkah pemusnahan propaganda terorisme dilakukan oleh Facebook sudah sejak lama, namun selama ini tidak diungkapkan ke publik.

Cukup mengesankan ternyata Facebook memiliki segudang langkah antisipasi dan teknologi canggih seperti penggunaan Artificial Intelligence dalam menemukan konten yang terindikasi mengandung propaganda. Teknologi AI dapat dengan cepat menghapus dan menghentikan penyebaran konten yang mengandung propaganda. Teknologi AI yang dimiliki Facebook dapat mengenali gambar, berbagai macam bahasa, bahkan akun palsu yang digunakan untuk aktifitas terorisme. Karena Facebook juga tidak ingin ada teroris di seluruh platform yang masuk ke dalam familinya, maka teknologi tersebut juga aktif bekerja di WhatsApp dan Instagram.

Tak hanya itu, Facebook juga menggunakan tenaga manusia untuk menganalisis indikasi yang marak dilakukan dalam bentuk kontekstual. Dalam hal ini Facebook membentuk tim khusus bernama Terrorism and safety specialists yang beranggotakan 150 orang. Tim tersebut beranggotakan dari kalangan akademisi, mantan jaksa, mantan anggota penegak hukum dan insinyur. Setidaknya, kesatuan tim tersebut menguasai hampir 30 bahasa.

Baca Juga :

Kerjasama dengan berbagai pihak juga ditempuh termasuk menggandeng para organisasi nirlaba, pemerintah, peneliti, pelaku industry, masyarakat umum dan masih banyak lainnya. Facebook berkomitmen untuk memblokir seluruh aktifitas terorisme dan propaganda yang disebarkan melalui platform mereka.

Sumber : theverge

SHARE

LEAVE A REPLY