Hujan Meteor Orionid Hiasi Langit Nanti Malam, Apa Penyebabnya ?

Hujan Meteor Orionid Hiasi Langit Nanti Malam, Apa Penyebabnya ?

6059
Hujan Meteor Orionid

Topik mengenai fenomena datangnya hujan Meteor Orionid menjadi bahan pemberitaan hangat diberbagai media internet. Peristiwa yang diperkirakan akan terjadi mulai tanggal 21 sampai 22 Oktober 2017 atau mulai nanti malam ini menjadi salah satu moment yang ditunggu-tunggu banyak kalangan, apalagi malam tersebut juga bertepatan dengan waktu ahir pekan dimana banyak keluarga dan rekan berkumpul bersama menghabiskan waktu liburnya.

Lalu sebenarnya apa yang menjadi penyebab datangnya hujan meteor Orionid ini ?

Diketahui sisa puing-puing dari komet Halley di luar angkasa yang terbakar oleh atmosfer menjadi penyebab terjadinya hujan meteor ini. Partikel pecahan dari Komet tersebut jatuh kebumi karena gaya tarik gravitasi, gesekan atar pecahan juga berdampak timbulnya panas sehingga menghasilkan cahaya yang biasa kita sebut dengan hujan meteor. Orbit bumi mulai bulan Oktober ini sejalan dengan orbit bekas pecahan komet sehingga membuat peristiwa ini terjadi.

Mengutip dari halaman kompas.com (20/10/2017) yang mewancarai kepala seksi data dan informasi BMKG Fatuhri Syabani, “hujan meteor kali ini terjadi dalam moment yang pas, pasalnya posisi bulan akan terbenam sejak sebelum tengah malam”. Dikatakan olehnya juga “hujan meteor Orionid dapat kita nikmati dalam rentang waktu yang lama yakni sampai menjelang terbitnya matahari”.

Saat langit cerah, hujan meteor dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu seperti teleskop. Syaratnya langit sedang tidak terjadi mendung dan hujan, serta tempat pemantauan perlu bebas dari polusi cahaya seperti area diluar perkotaan. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri peristiwa ini dapat diamati hampir di seluruh wilayah penjuru tanah air, dengan catatan syarat tadi terpenuhi.


Baca Juga Masih Tentang Kehidupan Di Mars, NASA Akan Lepas Bakteri Ke Stratosfer


Intensitas hujan meteor menurut para pengamat diperkirakan terjadi sekitar 10 hingga 15 meteor perjamnya semennjak tengah malam hingga dini hari. Jumlah tersebut terhitung semakin menurun karena pada periode-peroide sebelumnya meteor yang jatuh bisa terlihat hingga 40 sampai 70 meteor perjam, intensitasnya terus menurun hingga peristiwa terahir 2006-2013 30 hingga 70 meteor perjamnya.

SHARE

LEAVE A REPLY