Hati-hati Serangan BlueBorne, Menyerang Perangkat Lewat Bluetooth

Hati-hati Serangan BlueBorne, Menyerang Perangkat Lewat Bluetooth

237
BlueBorne Menyerang Perangkat Lewat Bluetooth

Serangan pihak yang tidak bertanggung jawab dalam dunia cyber kini semakin beragam. Kali ini baru saja ditemukan virus baru bernama BlueBorne, yang tak tanggung-tanggung ia dapat sekaligus menginfeksi perangkat dengan berbagai sistim operasi berbasis mobile yang banyak digunakan sekarang ini. Sebut saja seperti Android, iOS, Windows dan juga Linux.

Diungkap pertama kali oleh para peneliti dari Aramis Labs, serangan BlueBorne masuk melalui konektivitas nirkable Bluetooth pada perangkat. Setelah terinfeksi virus ini, perangkat akan dapat dikendalikan oleh sang penyebar termasuk mengakses berbagai data didalamnya, bersamaan dengan itu BlueBorne juga mampu menyebar malware ke perangkat yang ada disekitarnya.

Apple telah mengantisipasi serangan ini dengan menutup celah keamanan pada iOS 10, namun diberitakan BlueBone masih mungkin dapat menyerang kepada pengguna yang masih memakai iOS versi 9.3.5 atau dibawahnya. Begitupun Microsoft yang baru-baru ini juga telah mengupdate semua sistim operasi Windowsnya untuk melundungi dari serangan virus ini.

Sedangkan bagi pengguna Android nampaknya masih perlu berhati-hati. Pasalnya OS ini banyak digunakan oleh perusahaan sehingga untuk mengupdatenya pembuat perangkat memiliki tanggung jawab untuk melakukannya. Meski begitu pihak Google sendiri dibulan September ini telah merilis patch yang ditujukan untuk Android Marshmallow dan Nougat.

Sebagai salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan pengguna saat ini adalah dengan menonaktifkan koneksi Bluetooth pada perangkatnya jika sedang tidak diperlukan. Fitur mode tidak terlihat yang biasanya terdapat dalam Bluetooth juga tidak efektif untuk menghindari serangan ini.


Baca Juga Kaspersky Lab Luncurkan Antivirus Gratis untuk Pengguna Global


Serangan BlueBorne yang masuk ke perangkat sangat tergantung dengan keberadaan Bluetooth dan terbatas oleh pendeknya sinyal koneksi tersebut, ujar Director Global Research Kaspersky Lab Vitaly Kamluk, yang kami kutip dari halaman Antara (14/09/17).

SHARE

LEAVE A REPLY