Hati-Hati Malware GhostCtrl, Bisa Menyerupai Aplikasi WhatsApp

Hati-Hati Malware GhostCtrl, Bisa Menyerupai Aplikasi WhatsApp

446
Malware GhostCtrl

Sebuah malware mengerikan baru-baru ini ditemukan dan bisa menyamar menyerupai aplikasi-aplikasi Android populer diantaranya seperti WhatsApp. Virus tersebut bisa mencuri data, pesan, kontak telfon, lokasi dan semua informasi yang ada dalam ponsel. Tidak hanya itu, virus ini juga mampu menelisik ke riwayat browser dan bisa menghidupkan kamera dan merekam korbannya.

Malware tersebut dinamai dengan GhostCtrl seperti dilansir oleh Express.co.uk, Sabtu (22/7/2017), ditemukan oleh para peneliti dari perusahaan keamanan siber TrendMicro asal Jepang. TrendMicro menegaskan bahwa pengaruh dari serangan GhostCtrl bisa sangat luas dan berbahaya.

Cara kerja dari malware tersebut sangat rapi. Jadi dia akan berwujud sebuah aplikasi palsu sebelum menyerang korbannya. Setelah aplikasi palsu tersebut masuk dan diinstal ke dalam smartphone dia seketika menjadi jahat dan mengambil alih semua fungsi smartphone dengan mencuri data-data penting. Dia juga bisa mencuri semua detail ponsel termasuk versi software hingga informasi WiFi yang sering digunakan. Tentu saja dibalik malware tersebut ada peran hacker yang siap melakukan pengintaian.

Meskipun demikian, GhostCtrl tidak dapat menyusupi aplikasi-aplikasi resmi seperti WhatsApp melainkan hanya meniru. Ini sangat berbahaya jika anda terbiasa mengunduh aplikasi dari situs-situs non-resmi. Jadi sudah jelas, bahwa kemungkinan besar gerbang pembuka dari virus GhostCrtl adalah sumber-sumber ilegal yang seharusnya tidak memfasilitasi aplikasi-aplikasi Android.

Menurut TrendMicro, setidaknya sampai sekarang GhostCtrl memiliki 3 varian yang sering beredar secara online.

Yang pertama, ia berperan sebagai pencuri data dan mengambil alih beberapa fungsi ponsel. Kedua malware ini juga bisa menambahkan beberapa fitur ke dalam ponsel sebelum melakukan pembajakan. Ketiga, dia akan mengkombinasikan beberapa fitur baru  ke dalam ponsel sehingga dia bisa menguasai beberapa fungsi.


Baca Juga :


Virus ini hanya bisa menyerang pengguna Android saja. Meskipun demikian efek yang ditimbulkan bisa sangat merugikan.

Langkah preventif yang bisa dilakukan oleh pengguna Android adalah hanya mengunduh aplikasi melalui situs remsi, sumber-sumber terpercaya dan Google Play. Selain itu, TrendMicro juga menyarankan agar sistem operasi pengguna selalu dalam keadaan up-to-date, sehingga meminimalisir masuknya malware tersebut. Jika merasa diperlukan, pengguna Android bisa menambahkan anti-virus multilayer seperti yang ditawarkan ole TrendMicro sendiri melalui Google Play.

Sumber : express

SHARE

LEAVE A REPLY