Harga Bitcoin Sempat Tumbang, Ini Kata Para Pengamat Investasi

Harga Bitcoin Sempat Tumbang, Ini Kata Para Pengamat Investasi

635
Harga Bitcoin Tumbang, Ini Kata Para Pengamat Investasi

Siapa yang tak kenal Bitcoin, sang primadona mata uang digital yang banyak dijadikan instrumen investasi oleh masyarakat dunia. Kabar tragis tercatat hari ini Jumat (22/12/2017) bahwa nilai Bitcoin berada di titik terendah sejak bulan April 2013.

Hari ini Bitcoin berada pada level yang mengkhawatirkan yakni pada angka 10,970 dolar AS. Padahal pada hari Minggu (17/12/2017) Bitcoin masih sempat mencetak rekor di angka 20,000 dolar AS. Terhitung penurunan tersebut secepat kilat, hanya butuh waktu lima hari saja.

Bitcoin pada tahun 2017 ini sepertinya memang mengalami gejolak yang luar biasa. Di awal tahun ada kenaikan hampir dua puluh kali lipat dari angka dibawah 1,000 dolar AS melambung ke angka 19,666 dolar AS. Data tersebut di catat dari Bitstamp Luxembourg. Di tempat penukaran lain bahkan sempat naik ke angka 20,000 dolar AS, mengutip dari Reuters, Jumat (22/12/2017.

Setelah rekor itu angka Bitcoin terus turun yang dipuncaki dengan nilai terburuk pada hari ini. Penurunan tersebut terhitung sangat tajam mulai dari 15% hingga 20% perhari.

Ada beberapa faktor yang ditengarai jadi penyebab penurunan tersebut. Salah satunya adalah analisis dari Charles Hayter, pendiri sekaligus CEO website Cryptocompare London. Ia mengatakan bahwa penurunan tersebut diakibatkan oleh perubahan sentiment pasar yang terjadi secara serentak. “Di akhir tahun banyak pelaku investasi yang mengambil keuntungan kemudian mereka tutup buku untuk masa-masa liburan”, ia menambahkan.

Serentak dengan “hari-hari berat” Bitcoin yang terjadi, banyak para pengamat yang menyuarakan pendapat tentang investasi di pasar yang terkenal dengan tingkat volatilitasnya yang sangat tinggi tersebut.


Baca Juga 10 Artis Internasional ini Berinvestasi di Startup, Loh!


Trading di Bitcoin memang penuh dengan resiko karena pergerakkanya sulit dipindai. Hal ini tentu saja karena pola-pola market yang tidak logis. Berbeda dengan saham dan obligasi, investasi di Bitcoin sulit untuk mematok prediksi peruntungan maupun kerugiannya. Merangkum pernyataan Chief Strategist dari Monex Securities asal Tokyo, Takashi Hiroki mengatakan bahwa investasi di Bitcoin lebih mirip judi ketimbang investasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Denmark bahwa trading Bitcoin adalah tindakan spekulasi yang mematikan.

SHARE

LEAVE A REPLY