Great Barrier Reef Mengalami Masa Kritis Tahun Ini!

Great Barrier Reef Mengalami Masa Kritis Tahun Ini!

516

Benarkah Great Barrier Reef tengah mendekati kematiannya?

Kreasitekno.com — Akhir-akhir ini, para pengamatan lingkungan mengkhawatirkan kematian taman coral terbesar di dunia, Great Barrier Reef. Rowan Jacobsen melalui warta Outside Magazine online, menyatakan “Great Barrier Reef di Australia sudah meninggal pada tahun ini, 2016 setelah sakit yang berkepanjangan. Umurnya sudah lebih 25 juta tahun!”. Tetapi pihak penelita mambantah hal ini, karena pasalnya masih belum mati atau masih bisa diselamatkan. Memang taman coral ini sedang mengalami masa mengerian tapi masih jauh dari kematian, tutut Russell Brainard, ketua dari Coral Reef Ecosystem Program dalam NOAA’s Pacific Islands Fisheries Science Center dikutip dari Huffington Post.

This photo shows before, March 2016, left, and after, May 2016, images of coral bleaching and death at Lizard Island on Australia's Great Barrier Reef. As the urgency to save the world’s coral reefs increases, scientists using facial recognition technology and 360 degree underwater photos have announced the development of new software that allows them to pull comprehensive scientific data from their vast archive of digital images. (XL Catlin Seaview Survey via AP) MANDATORY CREDIT
Foto perbandingan, Maret 2016, kiri, dan setelah, Mei 2016. Gambar mengenai pemutihan koral di Lizard Island Australia .

Berdasarkan The Guardian sejak 1998, Great Barrier Reef telah mengalami tiga masa pemutihan atau bahasa kerennya adala Bleaching. Bleaching ini menyebabkan kematian bagi coral. Ketika terumbu karang yang berwarna warni memutih, maka akan kehilangan fungsinya. Hal ini bisa disebabkan oleh air yang terlalu hangat, atau juga disebabkan oleh memanasnya suhu di daerah ekuator Pasifik yang menyebabkan perubahan iklim disekitar perairan Indonesa atau bahasa kerennya El Nino. Atau bisa juga disebabkan oleh suhu air yang terlalu dingin dan ombak yang terlalu dangkal. Tanpa alga, yang menyediakan 90% energi untuk coral, sebuah coral akan memutih dan kehilangan energinya. Tahun ini lebih dari 93% coral ditemukan mengalami perubahan warna menjadi putih, berdasarkan ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies.

great-barrier-reef-dying

Taman coral ini dapat dianalogikan sebagai sebuah negara besar untuk biota laut. Dengan panjang lebih dari 2.500 km, dihuni lebih dari 2.900 coral serta 1.050 pulau kecil, taman coral ini bahkan dapat terlihat jika dilihat dari International Space Station (ISS) di luar angkasa. Jika di total luas areanya, taman coral ini lebih besar dari luas seluruh negara di Britania Raya, bahkan lebih besar dari luas beberapa negara di Eropa jika di gabungkan. Sebab, selain coral itu sendiri, taman coral juga dihuni oleh lebih 1.625 spesies ikan, 3.000 spesies moluska, 220 spesies burung dan 30 spesies mamalia laut. Koral ini juga merupakan rumah terbesar bagi dugong dan penyu hijau.

SHARE

LEAVE A REPLY