Google Membebaskan Tuntutan sebesar 1,4 Miliar pada Bocah Ingusan!

Google Membebaskan Tuntutan sebesar 1,4 Miliar pada Bocah Ingusan!

321

Google membebaskan tuntutan  pada seorang anak di bawah umur dari hutang yang nilainya lebih dari 1 miliar. Apa sebenarnya yang terjadi?

Kreasitekno.comSiapa yang tidak tahu Google? Entah kenapa perusahaan raksasa ini belakangan terlibat beberapa “skandal” dengan beberapa pihak. Namun sebenarnya masalah-masalah yang terjadi tidak sebesar “kekuasaan”nya sebagai perusahaan mesin pencari nomor satu di dunia. Beberapa bulan lalu, Google terjerat masalah pajak saat ingin memperlebar jaringannya di Indonesia. Kemudian disusul sebuah insiden kecil yang berbuntut menjadi bahan omongan banyak orang.

Suatu ketika Jose Javier, remaja asal Spanyol, ingin mendapatkan uang dari setiap iklan yang muncul pada video band-nya, Los Saleros, di channel YouTube. Metode ini memang biasa dilakukan oleh para YouTuber lewat program AdSense. Namun tanpa disadari, pemuda ini malah menyetujui penawaran yang ada di tool Ad’s Creator Google. Dan tool ini biasa digunakan oleh pihak yang ingin menaruh iklan di layanan Google, sehingga harus membayar ke Google tiap kali iklan diklik. Dengan kata lain, Javier malah melakukan hal yang berlawanan dengan niatnya. Alih-alih mendapatkan uang dari iklan yang terpampang di akun Youtube-nya, bocah yang masih berusia 12 tahun ini malah ngiklan dan mempromosikan video band-nya di layanan Google dan harus membayar sejumlah uang yang telah ditentukan dari pihak Google.

goog-adwords-adsense

Jika demikian situasinya, Javier memang tidak bisa disalahkan seutuhnya, lha wong perbuatannya itu tidak sengaja. Namun ia sedang berurusan dengan mesin dan AI, yang tidak pandang bulu masalah “sengaja-tidak sengaja”. Alhasil ia tetap diharuskan membayar sejumlah uang yang nilainya begitu fantastis, yakni sebesar 112.000 dolar AS atau sekitar 1,4 miliar rupiah! Tampaknya banyak yang mengunjungi iklan Javier hingga membuat tagihannya semakin membengkak.

Tak heran memang untuk perusahaan sekelas Google. Kita saja masih harus berpikir ulang saat mau ngiklan di website level nasional, semisal Lazada, Kompas, Detik, dan semacamnya. Tentunya insiden ini menjadi urusan panjang dan menyebar luas hingga menjadi gosipan banyak orang. Bukannya Javier yang dianggap bersalah, melainkan Google yang dituding layaknya preman yang sedang memeras bocah ingusan.

Inma Quesada, ibunda Javier, mengatakan bahwa anaknya membuat kesepakatan iklan dengan Google tanpa sepengetahuan orang tua. Ia melihat adanya kekeliruan yang patut untuk diperbaiki dari sistem Google, yakni pada segi verifikasi untuk anak di bawah umur. Karena Javier sukses membuat kesepakatan hanya dengan memasukkan nama dan nomor tabungan keluarganya untuk membuat iklan. Tak ada lagi bentuk konfirmasi identitas dari pemilik akun.

Google Membebaskan Tuntutan

Menanggapi hal ini, akhirnya Google membebaskan tuntutan semua utang Javier.

“Kami tak menerima uang sedikit pun dari pengguna ini (Javier) dan kami menghapus semua tagihan AdWords-nya,” ungkap juru bicara Google.

Dengan demikian, Javier pun terbebas dari jerat hutang yang jumlahnya benar-benar mengerikan, belum lagi dari perusahaan raksasa teknologi bernama Google. Jika saja umur Javier benar-benar memenuhi ketentuan atau persyaratan, tentunya tidak akan Google membebaskan tuntutan.

Dan lagi, bagaimana kelanjutan nasib band Javier yang seharusnya jadi terkenal lewat “iklan gratis” di layanan Google?

SHARE

LEAVE A REPLY