Google Bayar Mahal Agar Tetap Jadi Mesin Penelusur Default di iOS

Google Bayar Mahal Agar Tetap Jadi Mesin Penelusur Default di iOS

621
Google Bayar Mahal

Ya, Google dan Apple di satu sisi mereka bak musuh yang terus berkompetisi seakan tidak ada hari esok. Di sisi lain, sebenarnya ada hubungan mutualisme yang terjadi antar kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Sebagai contoh hanya untuk urusan ‘sepele’ saja, Google berani bayar mahal agar mesin pencarinya tetap jadi search engine bawaan iOS. Sebuah laporan yang dipublikasikan oleh CNBC, terdapat angka-angka yang cukup fantastis yang dikeluarkan oleh Google.

Apa yang kami dapatkan melalui CNBC via Techcrunch, Senin (21/8/2017), sebuah analisis dibuat oleh Bernstein mengungkap bahwa Google mau membayar hingga 3 milyar USD hanya untuk mempertahankan mesin pencarinya sebagai bawaan browser Safari.

Data serupa juga diangkat oleh Business Insider tentang analisa yang dibuat oleh Bernstein. Seorang analis Bernstein, Toni Sacconaghi mengungkap bahwa Google sejak tahun 2014 sudah mau membayar Apple sebesar 1 milyar USD.

Dari analisa di atas dan melihat kenyataan yang ada sekarang. Melihat progress Apple dan Google yang begitu pesat tidak mengherankan kalau Google berani bayar 3 milyar USD untuk keperluan tersebut.

Memang benar bahwa kedua perusahaan raksasa tersebut seakan tidak terkait satu sama lain. Google mendapatkan keuntungan sebagian besar dari pendapatan iklan. Sementara Apple mendapatkan keuntungan dari ceruk pasar ponsel.

Ternyata, yang membuat Google berani bayar mahal adalah pengguna iOS itu sendiri yang kian hari kian tumbuh pesat. Bayangkan, iOS selalu di-update hampir setiap bulan. Bersamaan dengan itu juga, para pengguna iPhone juga akan melakukan update.


Baca Juga Google Bawa Aplikasi Motion Stills ke Android, Sudah Tahu Fungsinya ?


Google menyadari bahwa Apple tidak butuh waktu lama untuk menerapkan update dengan menerapkan sistem baru pada setingan default iOS (termasuk mengubah settingan default search engine pada browser iOS). Nah kondisi inilah yang memaksa Google harus bayar mahal, karena sumber trafik dari iOS tidak bisa diremehkan.

Beberapa tahun silam, iPhone sempat dikapalkan dengan aplikasi bawaan milik Google seperti YouTube dan Google Maps. Karena merasa terancam dengan Android, maka Apple menghapus kedua fitur tersebut dari iPhone.

SHARE

LEAVE A REPLY