Galaxy Note 7 Meledak, Simak Tips Ini Untuk Mencegahnya!

Galaxy Note 7 Meledak, Simak Tips Ini Untuk Mencegahnya!

504

Baru-baru ini dikabarkan kalau Galaxy Note 7 meledak gara-gara baterainya!

Kreasitekno.com – Keputusan Samsung untuk menghentikan penjualan Galaxy Note 7 akibat meledaknya baterai lithium ion, merupakan tindakan yang terbilang luar biasa. Perusahaan ini telah melakukan identifikasi masalah terkait Galaxy Note 7 meledak itu. Saat ini, terdapat laporan 35 kasus terbakarnya baterai Galaxy Note 7 dari 2,5 juta penjualan dari seluruh dunia dan mereka terpaksa menariknya dari pasaran.

Baca Juga: Simak Video Review Kekuatan Super Galaxy Note 7 Saat Drop Test

Dalam perkembangan ponsel sekarang, baterai lithium ion merupakan baterai yang umum digunakan. Jadi, agar menghindari ledakan, ada baiknya kamu mengetahui bagaimana cara kerjanya.

Sederhananya, kandungan baterai tersebut adalah katoda, anoda, dan lithium. Katoda dan anoda dipisahkan oleh cairan organik yang disebut elektrolit dan bahan berpori yang disebut separator. Lithium akan berjalan di antara katoda dan anoda dalam cairan tersebut melalui separator.

Galaxy Note 7 meledak - tips merawat baterai lithium ion

Agar nasib ponselmu tidak berakhir dengan ledakan, yuk, simak tips untuk merawat baterai lithium ion di bawah ini:

1. Jangan mengisi ulang terlalu cepat
Pengisian baterai yang terlalu cepat, rupanya juga tidak disarankan. Untuk beberapa kasus, hal ini dapat menghasilkan panas yang akan membentuk semacam piringan lithium di sekitar anoda dan menyebabkan hubungan pendek.

“Pengisian baterai dapat dioptimalkan, sehingga Anda jangan terlalu cepat mengisi ulang. Jika Anda melakukan itu, maka akan timbul piringan lithium,” ucap ahli penyimpanan energi, Professor Clare Grey, Cambridge University.

2. Saat mencharge, masukkan ke stopkontak dulu, baru ke ponsel
Perhatikan urutan saat akan melalukan pengisian daya. Memasukkan kabel USB ke pengisi daya, lalu pengisi daya ke stopkontak terlebih dahulu, dan dilanjutkan dengan memasukkan ujung kabel ke ponsel. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tegangan kejut yang terjadi. Sedangkan, setelah daya baterai penuh, lepas pengisi daya dari ponsel dan dilanjutkan dari stopkontak.

3. Perhatikan suhu baterai dan suhu ruangan
Hindari melakukan pengisian pada saat suhu ruangan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Suhu yang tidak sesuai atau terlalu panas, dapat merusak sel baterai. Usahakan pengisian baterai dalam kondisi perangkat mati atau jikapun tidak bisa mati saat pengisian, seperti Lumia, aturlah dalam posisi mode airplane.

4. Jangan benar-benar kehabisan daya
Untuk kasus baterai lithium ion, membiarkan baterai dalam kondisi benar-benar kosong adalah perlakuan yang sangat buruk. Dalam waktu yang lama dan keadaan berulang, hal ini akan menyebabkan kemampuan baterai berkurang. Dalam kondisi mendesak (misal jika tidak menemukan pengisi daya), lebih baik matikan perangkat saat peringatan “baterai lemah” mulai menghantui.

5. Gunakan metode 40-80 rule
Selain itu, perhatikan pula dalam pengisian daya. Pengisian secara partial charge, jauh lebih baik untuk baterai jenis lithium ion. Menurut situs The Christian Science Monitor, metode ini mempertahankan baterai dalam level 40%-80% dan dapat memperpanjang umur baterai.

Pengisian secara full charge, sebenarnya tidak masalah, namun tidak membiarkan charger terus melakukan pengisian terlalu lama. Segeralah mencabut ketika sudah menunjukkan 100%. Salah satu produsen ponsel, Apple, mengatakan akan mengubah mode pengisian daya cepat ke pengisian daya lambat saat sudah mencapai 80%. Ditambah lagi, pengisian 80%-90% sebenarnya lebih disarankan.

Galaxy Note 7 meledak - Tips Merawat Baterai Lithium Ion dari Apple
Tips Merawat Baterai Lithium Ion dari Apple

6. Hindari pengisian semalaman
Pengisian baterai dalam semalaman juga tidak disarankan karena charger tidak benar-benar memutus arus yang masuk, walaupun baterai telah dalam kondisi penuh. Arus akan tetap masuk, namun dengan intensitas yang sangat kecil. Baterai lithium ion didesain untuk pengisian yang cepat, namun dapat bertahan lama.

7. Waspadai tanda-tanda benjolan pada baterai
Selalu waspada dengan kondisi baterai setelah pengisian daya. Jika baterai mulai terjadi pembengkakan, ada baiknya untuk menghubungi penyedia baterai. Atau jika ponsel dalam keadaan panas, usahakan untuk mengistirahatkannya sejenak. Bahkan, Geek Squad melalui BBC, mengatakan bahwa baterai dengan tanda-tanda seperti ini ada baiknya untuk segera dibuang.

“Terkadang, baterai mulai membengkak atau terjadi benjolan sebelum rusak sepenuhnya, seperti sel-sel internal yang pecah atau rusak,” terang Geek Squad.

Semoga info ini bermanfaat bagimu, pengguna ponsel dengan baterai lithium ion, ya. Jangan kejadian Galaxy Note 7 meledak ini juga terjadi pada smartphone-mu  😆

Reference: bbc.com, winpoin.com, csmonitor.com | Picture: apple.com, forbes.com

SHARE

LEAVE A REPLY