Firefox Quantum Hadir Saingi Chrome Di Sisi Kecepatan

Firefox Quantum Hadir Saingi Chrome Di Sisi Kecepatan

328
Firefox Quantum

Semenjak Google perkenalkan Chrome di tahun 2008, kompetitor seperti Edge, Firefox, dan Safari sulit menandingi kemampuannya. Browser Chrome dikenal paling cepat ditengarahi oleh penggunaan ruang memori yang lebih sedikit. Selain itu, Chrome selama ini dikenal dengan layoutnya yang elegan serta berjalan sangat mulus di berbagai platform device.

Nah, berbicara soal browser tercepat dan teringan, sepertinya Chrome akan mendapatkan saingan baru yang tidak kalah kuat, cepat, ringan, dan stylish yaitu Firefox Quantum.

Browser anyar besutan Mozilla tersebut beberapa hari ini mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Mozilla mengakui bahwa Firefox Quantum adalah browser paling canggih yang selama ini pernah dibuat yang tentu saja tidak lepas dari sejarah Firefox sendiri yang sudah ada lebih dulu dari pada Chrome. Firefox 1.0 pertama dirilis pada tahun 2004.

Firefox Quantum hadir dengan menggantikan versi-versi terdahulunya. Anda tidak akan mendapati nama ‘Quantum’ ketika menggunakan browser ini, tetapi inti engine dan tampilannya sudah sama sekali berbeda dengan Firefox versi lawas.

Firefox Quantum membawa perubahan radikal terhadap ‘engine’ dan tampilan secara keseluruhan. Dari segi tampilannya, pengguna sekarang dimanjakan dengan gaya baru yang disebut dengan Photon User Interface.

Photon UI dapat meringkas beberapa elemen tampilan yang sudah ada sebelumnya sehingga lebih ringan tanpa mengurangi kualitas display yang dapat ditampilkan. Sedangkan dari sisi kecepatan diwujudkan melalui pengurangan konsumsi memori hingga 30% dibanding kompetitor seperti Chrome, Edge, dan Safari pada sistem operasi Windows. Pun demikian banyak juga yang membuktikan bahwa Firefox Quantum juga sangat enteng ketika dijalankan pada platform Android, iOS maupun Linux.

Terwujudnya Firefox Quantum, yang oleh sang perusahaan digadang-gadang dapat menggantikan Chrome sebagai browser No. 1 hingga sekarang, ternyata melalui proses yang sangat pelik. Ada 700 orang yang ikut andil dalam menyumbangkan kode di Firefox Quantum. Kita tidak boleh lupa bawa Firefox adalah browser open-source, siapa saja boleh berpendapat tentang kualitas kodenya.


Baca Juga Google Assistant Kemungkinan Kuat Akan Hadir di Browser Chrome


Sang Vice President of Product, Nick Nguyen mengatakan kepada Mashable, seperti yang dikutip via Express, 20 November 2017, bahwa “Sekarang, orang-orang menggunakan Firefox sebagai browser kedua. Kita berfikir Firefox bisa menjadi browser pertama (default) mereka.”

SHARE

LEAVE A REPLY