EQ-Radio, Cikal Bakal Baymax Big Hero 6!

EQ-Radio, Cikal Bakal Baymax Big Hero 6!

3056

Masih ingat dengan Baymax? Mungkin tak butuh waktu lama untuk segera merealisasikan robot menggemaskan satu ini, karena MIT berhasil menciptakan EQ-Radio, cikal bakal sistem utama yang dimiliki Baymax.

Kreasitekno.com — Tampaknya manusia benar-benar ingin membuat para robot segera bersahabat dengan mereka. Tidak hanya berfungsi sebagai pembantu, tapi lebih dari itu. Memahami perasaan, mengobati kekecewaan, menghapus kekesalan, jika perlu menasihati majikannya. Pastinya kamu sudah kenal dengan Baymax, robot menggemaskan yang ada di Big Hero 6. Jangan khawatir, para maniak teknologi di dunia ini tanpa sadar serempak dalam proses pengembangan cikal bakal robot penyejuk suasana ini. Tak lama lagi Baymax dari berbagai versi akan bermunculan di penjuru dunia. Khususnya di tempat dimana para jenius berkumpul untuk menguji proyek-proyek super canggihnya, MIT.


Baca Juga: Swarm Intelligence, “Otak” Microbot dari Big Hero 6 ini Terus Dikembangkan!


Sekelompok mahasiswa MIT baru saja membangun sistem kecerdasan buatan yang mampu membaca suasana hati seseorang. Sistem tersebut kemudian ditanamkan pada sebuah alat yang diberi nama EQ-Radio. Alat ini dapat mendeteksi suasana hati atau yang biasa dikenal dengan kondisi emosi seseorang melalui perubahan detak jantung dan pola nafas.

EQ-Radio

Dilansir dari IEEE Spectrum, pimpinan tim proyek penelitian, Mingmin Zhao, menyatakan bahwa EQ-Radio mampu mengenali kondisi hati seseorang dengan tingkat akurasi sebesar 87%. Perasaan sedih, senang, marah, takut, datar akan mampu dikenali dari jarak maksimal 1 meter dengan menggunakan sinyal wireless sebagai media komunikasinya. Bahkan semua itu tanpa bantuan sistem pengenalan ekspresi wajah maupun sensor tubuh, jadi sumbernya murni dari detak jantung saja.

“Kami menggambarkan bahwa EQ-Radio akan berguna dalam bidang medis, kebutuhan sehari-hari, maupun hiburan. Sebagai contoh yakni smart home yang mampu mengambil sejumlah informasi mengenai kondisi penghuni rumah. Pada momen tertentu, secara otomatis ia akan memberi beberapa penawaran untuk memutarkan musik, menyalakan AC, ataupun sekedar membuka ventilasi jendela tergantung mood dari penghuni rumah.” Ungkap peneliti dari MIT’s Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory ini. Ia juga menambahkan bahwa sistem ini juga bisa memantau dan mendiagnosis kondisi psikis pemilik rumah semisal tingkat depresi lewat rekaman data yang diperoleh selama beberapa waktu.

overview EQ-Radio

Zhao beserta rekannya, Dina Katabi dan Fadel Adib, akan memperkenalkan hasil kerja mereka pada Oktober mendatang di dalam sebuah konferensi internasional di Mobicom, New York.

Pada penerapannya, mereka akan menguji langsung performa alat tersebut pada 30 sukarelawan, dimana setiap tempat duduk akan terhubung dengan gadget berjarak 1 meter. Para sukarelawan bebas mendengarkan musik, melihat-lihat foto, dan menonton video untuk membantu merangsang keadaan mood  mereka, baik itu senang, sedih, cemas, takut, marah, ataupun netral. Secara keseluruhan, sistem akan menampung lebih dari 130.000 detak jantung dengan kondisi yang berbeda-beda. Zhao mengatakan bahwa demonstrasi ini akan menunjukkan bagaimana sistem dengan perantaraan komunikasi wireless akan mampu melihat perubahan sinyal yang bahkan tak mampu dilihat oleh mata telanjang.

Bahkan ia berani menegaskan bahwa teknologi yang mereka kembangkan mempunyai tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan milik Microsoft, Emotion API. Sistem serupa yang dimiliki Microsoft ini berfokus pada pengenalan ekspresi wajah, dimana tingkat akurasinya hanya sebesar 47%. Sedangkan milik Zhao Cs kemampuan akurasinya 87%. Ia mengasumsikan bahwa rendahnya tingkat akurasi tersebut disebabkan oleh penggunaan metode yang kurang tepat, yakni pengenalan ekspresi wajah. Menurutnya, ekspresi wajah tidak mampu meng­cover secara keseluruhan informasi yang dibutuhkan dengan tepat. Satu contoh yakni Emotion API lebih akurat membaca ekspresi senang dari seseorang, namun tidak dengan ekspresi sedih maupun netral. Pasalnya, ekspresi sedih seringkali mirip dengan kondisi netral, berbeda dengan kondisi senang yang memang lebih terlihat. Sehingga ia berkesimpulan bahwa proses membaca mood seseorang tidak cukup hanya dari sistem pengenalan wajah.


Baca Juga: Robot Berkemampuan Memahami Perasaan Sedang Dikembangkan Sony!


Penelitian ini akan terus dikembangkan, hingga sampai pada satu titik dimana robot akan benar-benar mampu bertingkah layaknya manusia. Bisa jadi, tak lama lagi proyek Baymax akan segera terealisasi!

SHARE

LEAVE A REPLY