Donald Trump Minta Database Warga Muslim Lewat Program Register Muslim!

Donald Trump Minta Database Warga Muslim Lewat Program Register Muslim!

354
SHARE

Wacana Donald Trump mengenai register Muslim kemungkinan bakal segera direalisasikan mengingat sekarang dirinya menjabat sebagai Presiden AS. Bagaimana respon dari raksasa-raksasa teknologi di Sillicon Valley?

Kreasitekno.com — Masih ingat dengan Donald Trump? Salah satu tokoh yang dikenal kontroversial dan sekarang terpilih menjadi Presiden AS ini lagi-lagi kembali mengeluarkan keputusan yang cukup mengkhawatirkan. Semua orang tahu dengan sosok Donald Trump yang notabene sangat diskriminatif dan rasis, terlebih lagi pada golongan umat Islam. Setahun yang lalu, tepatnya pada November 2015, dirinya sesumbar akan membangun sistem berisi database (register) yang berisikan informasi mengenai penduduk Muslim di AS. Sistem tersebut kabarnya bakal dirancang melalui kerjasama dengan beberapa perusahaan teknologi di Sillicon Valley sehingga mampu melacak lokasi dan kegiatan orang-orang yang ter-register di dalamnya.


Baca Juga: Ups, Anak Donald Trump Dijadikan Karakter Manga H oleh Orang Jepang!


Mengingat saat ini Donald Trump telah memegang kekuasaan tertinggi di Negeri Paman Sam, bukan tidak mungkin jika wacana yang diutarakannya tahun lalu benar-benar akan direalisasikan. Namun hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda dari Trump yang mengungkit kembali persoalan itu. Di lain hal, sejauh ini masih belum ada satupun perusahaan teknologi di Sillicon Valley yang menyatakan setuju terhadap gagasan Trump mengenai registrasi Muslim tersebut. Salah satu diantaranya yakni Apple dimana secara terang-terangan menolak wacana tersebut karena dianggap suatu bentuk perlakukan yang diskriminatif dan melanggar privasi.

nintchdbpict000282307734

l_121074_092150_updates

“Kami pikir orang-orang harus diperlakukan sama, bagaimanapun cara ibadah mereka, rupa mereka, atau siapa yang mereka cintai. Kami belum diminta (membuat register Muslim) dan akan menentang upaya semacam itu,” terang Apple dalam sebuah pernyataan yang dirangkum dari Buzzfeed, padaa Selasa (20/12/2016) lalu.

Respon yang senada juga diutarakan oleh raksasa-raksasa teknologi lainnya, seperti diantaranya yakni Google, IBM, Microsoft, dan Facebook dimana menyatakan bahwa mereka belum mendapat permintaan untuk membantu membuat register Muslim dan menyatakan tidak ikut campur.

“Perusahaan kami punya sejarah panjang menentang diskriminasi terhadap siapa pun atas dasar perbedaan ras, gender, orientasi seksual, atau agama. Perspektif ini tidak akan berubah,” tutur seorang juru bicara IBM.

gettyimages_2737829

Gagasan Donald Trump mengenai register Muslim ini secara konsep hampir mirip dengan sebuah program bernama National Security Entry-Exit Registration System (NSEERS) yang muncul pasca serangan teror 9/11 tahun 2001 lalu. Program NSEERS ketika itu mewajibkan warga Arab dan Muslim yang ada di AS untuk mendaftarkan diri. Tidak lama kemudian, NSEERS dibubarkan karena dinilai tidak adil dalam menjalankan prosesnya.


Baca Juga: Sejenak Mengintip Penemu dan Pembuat Sabun Pertama di Dunia


Sebanyak 1.300 pegawai di Sillicon Valley telah lebih dulu berikrar tidak akan membantu membuat register Muslim sebelum klarifikasi secara resmi oleh pihak perusahaan teknologi. Para pegawai tersebut berasal dari berbagai perusahaan, termasuk Google, Apple, Amazon, Uber, IBM, dan Oracle.

LEAVE A REPLY