Dilarang Dimainkan di Indonesia, Fight of Gods di Blokir Pemerintah

Dilarang Dimainkan di Indonesia, Fight of Gods di Blokir Pemerintah

440
Dilarang Dimainkan di Indonesia

Beberapa hari kebelakang game Fight of Gods ramai dibicarakan di media internet Indonesia. Bukan karena menarik untuk dimainkan, namun kehadirannya yang konroversional karena game tersebut dinilai melecehkan agama dengan menjadikan figur tuhan dari berbagai agama untuk dijadikan karakter tokoh petarung yang mengisi gamenya.

Seketika pemerintah pun merespon keras, melalui Kemenkominfo tertanggal 14 September 2017 game tersebut diblokir agar tidak dapat dimainkan oleh para pengguna di Indonesia, seperti dikutip dari halaman tekno.kompas.com.

Fight of Gods adalah game terbaru rilisan perusahaan publisher dari Inggris PQube, Gamenya sendiri diproduksi oleh developer yang dikenal dengan nama Digital Crafter. Dirilis sekitar awal bulan September lalu oleh platform STEAM.

Indonesia tidak sendiri melakukan pemblokiran terhadap game ini, sebelumnya Malaysia serta Thailand juga melakukan langkah yang sama dengan menyingkirkan game ini agar tidak bisa dimainkan di negaranya.

Dari judulnya saja yang jika diartikan kedalam bahasa kita berarti “Pertarungan Para Tuhan” pastinya siapapun dapat terlintas dipikirannya, bahwa ada yang tidak beres dengan permainan yang satu ini. Pasalnya negara kita dikenal memiliki beragam agama dan tuhan tentunya menjadi simbol suci yang tidak pantas dimainkan dalam sebuah game.

Apalagi dalam sebuah trailer dari game tersebut diperlihatkan bagaimana para tuhan bertarung dengan tuhan lainnya yang saling mengalahkan dalam genre game bertema battle. Bagaimana perasaan pemeluk agama yang tuhannya dimainkan, tentu saja mereka akan merasa sangat dilecehkan.

Dengan adanya kontroversi tersebut, pihak PQube pun berkilah gamenya dibuat dengan tidak ada maksud menghina agama apapun. Dan mereka pun akan menghormati setiap ketentuan yang berlaku dinegara manapun. Sehingga saat ini game Fight of gods sudah tidak dapat di akses lagi oleh seluruh pengguna di Indonesia.

SHARE

LEAVE A REPLY