Kemanakah Perginya Data Yang di-Delete Permanen?

Kemanakah Perginya Data Yang di-Delete Permanen?

1546

Jika kita men-delete permanen suatu data, apakah data itu akan benar-benar hilang dari komputer?

Kreasitekno.com – Seringkali ketika menggunakan komputer, kita menghapus atau delete data yang sekiranya tidak kita perlukan. Terkadang, kita bahkan men-delete permanen data-data yang ada untuk memberikan ruang pada memory hardisk. Nah, pernahkah kamu bertanya-tanya ke mana perginya data-data ini ketika kamu delete atau terlebih lagi delete permanen?

Salah satu akun Youtube Vsauce memposting sebuah video yang cukup menarik berjudul: Where Do Deleted Files Go? (Kemanakah Data Yang di-Delete Pergi?). Dalam video berdurasi kurang lebih 10 menit, dia menjelaskan tentang ke mana pergi-nya data yang di-delete.

delete-permanen

Ketika data di-delete dari dalam komputer, maka data itu akan pergi ke tempat penampungan yang kita kenal dengan Recycle Bin (atau Trash). Tentu saja, adanya Recycle Bin ini semata-mata agar file yang kita delete secara tidak sengaja bisa dikembalikan lagi/restore.

Setelah masuk Recycle Bin, data ini bisa kita delete lagi secara permanen. Ketika di-delete permanen, maka memory kosong dalam hardisk-mu akan bertambah. Mungkin kamu akan berpikir kalau data tersebut telah hilang tanpa bekas dari komputer. Tapi, menariknya, ternyata data itu masih tetap ada dalam komputer, lho!

Ya, data yang di-delete permanen itu masih tetap ada di dalam komputer. Hanya saja, pointer untuk data tersebut telah tidak ada. Pointer adalah sejenis data yang menunjuk pada file itu—bahasa mudahnya: label. Nah, pointer ini mirip dengan indeks/daftar isi dari suatu buku. Ketika kamu men-delete permanen data, maka data tersebut akan diberi label ‘kosong’ dalam daftar isi. Tentu saja, seperti yang disebutkan sebelumnya, meski diberi label ‘kosong’ tapi data itu masih berada di sana dan menunggu untuk diisi dengan data baru lainnya.

delete permanen

Beberapa data recovery tool bisa digunakan untuk melihat data yang telah diberi label ‘kosong’. Bahkan, jika kamu beruntung, kamu bisa mengembalikan data itu. Akan tetapi, masalahnya akan menjadi lebih rumit jika data itu sudah ditumpuk/diganti/di-overwrite dengan data lain. Data sebelumnya akan menjadi corrupt dan bergabung dengan data yang baru.

Vsauce dalam video-nya memberikan contoh pada kasus Melanie Willhide, di mana laptopnya yang penuh dengan berbagai fotografi-nya dicuri. Foto-foto tersebut di-delete oleh si pencuri dan diisi dengan data-data baru. Dengan menggunakan software recovery dan bantuan ahli, dia berhasil mengembalikan foto-fotonya. Akan tetapi, foto-foto tersebut terdistorsi menjadi sesuatu yang cukup keren—saking kerennya bahkan Melanie menggunakan foto-foto itu dalam pameran.

Beberapa data miliki Melanie Willhide yang "corrupt" dan dipamerkan dalam Gallery
Beberapa data miliki Melanie Willhide yang “corrupt” dan dipamerkan dalam Gallery

Jadi, kalau kamu secara tidak sengaja men-delete secara permanen datamu kamu tidak perlu buru-buru panik, karena sebenarnya file itu masih ada di dalam hardisk-mu. Kamu bisa menggunakan data recovery tools/software yang ada untuk mengembalikannya. Ya, masih ada harapan bagi file yang telah di-delete permanen untuk kembali lagi.

Tapi hati-hati ya, siapa tahu file-file ‘rahasia’ lain jadi ikut muncul kembali jika kamu melakukan recovery data.  If You Know What I Mean… Haha

Sumber: Vsauce, Petapixel

SHARE

LEAVE A REPLY