Chrome Siapkan Sistem Baru Untuk Blokir Iklan

Chrome Siapkan Sistem Baru Untuk Blokir Iklan

241
Chrome Siapkan Sistem Baru Untuk Blokir Iklan

Rencana Google Chrome untuk membuat sendiri aplikasi pemblokir iklan (ad block) akan berdampak masif terhadap aktifitas periklanan digital. Kemungkinan ini sangat besar mengingat Chrome adalah salah satu browser yang paling banyak digunakan pengguna internet. Kita semua menyadari bahwa iklan adalah salah satu senjata dari roda perputaran bisnis dan masyarakat membutuhkan akan hal itu.

Terlepas dari kenyataan bahwa iklan itu penting, banyak publisher atau penayang iklan memanfaatkan momen tersebut untuk membanjiri website mereka dengan iklan, dan itu sangat mengganngu. Dengan alat hasil pengembanganya sendiri, Chrome berharap bisa menjadi jembatan yang menawarkan win-win solution baik bagi publisher maupun pengguna.

Senada dengan itu diungkapkan oleh Sridhar Ramaswamy senior VP of ads and commerce Google, seperti yang dikutip oleh Adage Sabtu (3/6/2017), bahwa “pengalaman iklan adalah masalah yang nyata dan membuat pengguna bingung”. Terlebih dari itu ia menambahkan, “solusi seperti ad blocker adalah sebuah cambuk bagi publisher” karena iklan tidak akan tayang sama sekali. Google sendiri enggan menujuluki alatnya tersebut sebagai ad blocker, akan tetapi sekedar filter saja.

Tool baru ini akan dinamai dengan The Ad Experience Report. Dilihat cara kerjanya, alat tersebut bertugas untuk memberikan penilaian terhadap iklan dalam website yang dibuka dengan browser Chrome atas dasar laporan dari masyarakat. Dengan demikian publisher juga akan segera mengetahuinya apakah iklan yang dipasang mengganggu pengguna internet atau tidak. Inilah yang membedakan The Ad Experience Report dengan tool-tool ad blockers lainnya.

Hal hal yang bisa difilter oleh alat tersebut adalah iklan popups, iklan yang muncul dengan tiba-tiba dan iklan yang sifatnya memaksa pengguna untuk menunggu 10 menit sebelum mereka bisa membaca inti konten dari website tersebut.

Baca Juga :

Ternyata usaha untuk mewujudkan iklan sehat ini tidak hanya dipelopori oleh Google. Ada nama-nama dibalik pembuatan tool tersebut diantaranya adalah Coalition for Better Ads, Procter & Gamble, Unilever, Facebook, WPP’s GroupM, The Washington Post, Association of National Advertisers dan lain-lain. Alat baru di Google Chrome ini akan difungsikan awal 2018 mendatang.

Sumber : adage

SHARE

LEAVE A REPLY