Ups, CEO Google Tak Sengaja Membuat Sang Pendiri Bahasa C Dennis Ritchie...

Ups, CEO Google Tak Sengaja Membuat Sang Pendiri Bahasa C Dennis Ritchie Mati Suri!

428

CEO Google, Sunder Pichai, secara tak sengaja telah membuat Dennis Ritchie mati 2 kali lewat akun Twitternya. Ada apa sebenarnya?

Kreasitekno.comBeberapa hari yang lalu, tepatnya pada Kamis (13/10/2016) kemarin, muncul berita “usang” yang menghebohkan para netizen. Dan Sunder Pichai-lah yang menjadi “pusat badai” dari kegemparan tersebut. Pasalnya, CEO Google ini menulis tweet dari akun pribadinya yang isinya menyatakan bahwa ia turut berduka cita atas wafatnya Dennis Ritchie, bapak pemrograman yang menciptakan bahasa C sekaligus co-founder Unix.

Padahal sejatinya Dennis Ritchie telah dinyatakan tutup usia sejak 5 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2011.

0708174e6ne1nbinhrflja0ep2v780x390

Terima kasih atas kontribusimu yang luar biasa besar, RIP Dennis Ritchie,” tulis Pichai dalam tweet­-nya yang membalas status dari Om Malik, sang venture capitalist pendiri GigaOm. Sedangkan pada unggahan tweet Om Malik menyertakan potongan artikel dari Wired terbitan 2011.

Tak lama setelah Pichai “merilis” tweet terbarunya mengenai kematian sang legenda, beberapa figur dalam industri teknologi lainnya turut memberikan belasungkawa. Tampaknya mereka juga tak menyadari bahwa Dennis Ritchie telah lama meninggal dunia sehingga ikut nongkrong dalam tweet Pichai dimana merupakan sebuah kesalahpahaman yang besar. Beberapa dari public figure tersebut antara lain yakni pendiri Craiglist Craig Newmark, direktur Wikimedia Foundation Katherina Maher, dan masih banyak lainnya.

Kejadian ini sempat menggemparkan banyak pihak khususnya di situs jejaring sosial hingga dikenal dengan istilah “second death syndrome”. Sindrom ini menggambarkan bahwa ada seseorang yang mampu mengalami kematian hingga 2 kali, atau dalam bahasa yang kita kenal yakni “mati suri”. Dalam kasus ini, CEO Google yang “membuat” Dennis Ritchie jadi mati suri. Tapi bagaimana hal memalukan semacam ini bisa terjadi?

dennis ritchie

Sederhananya, kini beberapa media sosial telah menggunakan fitur yang bisa memunculkan kembali postingan ataupun bentuk status lainnya yang sebelumnya telah lama di-publish. Contohnya di Facebook, terkadang kita diperlihatkan lagi postingan beberapa tahun lalu, termasuk status pertemanan, gambar, atau yang semacamnya. Dan sialnya, Pichai tertipu dengan postingan lama dari kawannya, Om Malik. Kejadian ini juga menyebabkan database berita dari New York Times yang bertanggal 13 Oktober 2011 sempat menjadi “top news” di Twitter karena ramai dicari orang.

Malik pada akhirnya mengunggah kembali tweet yang berisi permintaan maaf terkait kekeliruan yang ditimbulkan. “Ritchie meninggal 5 tahun lalu dan saya tak menyadari tanggalnya,” ujarnya dia dengan mencantumkan akun Twitter Pichai.

asd

Kejadian ini benar-benar kembali mengingatkan kita bahwa secerdas dan sepintar apapun seseorang tetap tak terlepas dari kesalahan. Bahkan untuk orang sekelas CEO Google pun ternyata masih bisa tertipu oleh postingan lama yang sebenarnya itu hal sepele. Ditambah lagi Pichai akhirnya ketahuan bahwa dirinya tidak up to date mengenai berita-berita khususnya dalam hal teknologi yang notabene seharusnya menjadi “makanan keseharian”nya.

Bagaimana denganmu? 😀

SHARE

LEAVE A REPLY