Canggih! Walmart Kerahkan Pasukan Robot Untuk Atur Tokonya

Canggih! Walmart Kerahkan Pasukan Robot Untuk Atur Tokonya

239
Walmart Kerahkan

Siapa yang tidak kenal Walmart, perusahaan retail multinasional asal Amerika. Seperti halnya Amazon, pihaknya akan menggantikan peran sebagian karyawan toko dengan pasukan robot.

Robot sudah menjadi pemandangan biasa di perusahaan sekaliber itu. Amazon juga baru saja mengerahkan 45 ribu pasukan robot untuk mengatur tokonya di berbagai belahan dunia. Di Walmart, robot-root tersebut akan ditugaskan untuk menangani pekerjaan yang sifatnya repeatable (berulang-ulang), predictable (mudah diprediksi), dan manual (membutuhkan tangan manusia).

Robot tersebut memiliki kemamuan shelf-scanning yang mampu cek stok gudang, harga, barang salah tempat dan lain sebagainya. Diumumkan bahwa Walmart telah menempatkan robot di 50 titik di Amerika.

Seiring kabar tersebut muncul beberapa kekhawatiran bahwa Walmart akan mengurangi jumlah karyawannya. Ternyata tidak. Terlebih dari itu robot-robot tersebut malah akan membantu mereka dalam mengurusi toko. Kini karyawan tidak perlu repot-repot lagi melakukan pekerjaan yang dapat diatasi oleh robot, seperti yang dikutip dari The Verge, 27 Oktober 2017.

Terlebih lagi, data yang dikumpulkan oleh robot tersebut dapat dimanfaatkan Walmart untuk melakukan efisiensi operasional perusahaan di seluruh Amerika.

Bagaimana bentuk robot tersebut? Robot hasil pengembangan Bossa Nova Robotics, California, tersebut memiliki figure cukup mungil. Tingginya tidak sampai satu meter tapi sudah dilengkapi dengan sebuah tower (dapat dipanjangkan) yang menopang lampu dan berbagai sensor. Sensor inilah yang dapat melakukan cek terhadap kondisi inventory yang ada pada rak-rak gudang.

Robot ini tidak bekerja secara penuh (full-time). Ia hanya akan bekerja jika diberi instruksi oleh karyawan, contohnya karyawan dapat menyuruh robot tersebut untuk mengecek ketersediaan stok yang ada lorong tertentu.


Baca Juga 5 Negara Ini Pekerjakan Robot di Restaurant Mereka!


Sang Vice Presiden, John Crecelius mengatakan bahwa “dilihat dari sudut pandang kami, ketika anda melakukan hal seperti ini, maka anda sudah siap untuk meningkatkan kualtias kepada konsumen dan mecoba agar semuanya dapat lebih mudah.”

Di Amerika dan Eropa terobosan-terobosan baru telah dilakukan oleh toko-toko retail online. Diharapkan, Indonesia juga segera menyususul kemajuan tersebut, pasalnya, belanja online di Indonesia masih tergolong sulit terutama untuk mendapatkan barang berkualitas dan pelayanan premium.

SHARE

LEAVE A REPLY