Ini Alasan Mengapa Netizen Indonesia Doyan Berita Hoax!

Ini Alasan Mengapa Netizen Indonesia Doyan Berita Hoax!

927
indonesia doyan berita hoax

Berita Hoax semakin marak beredar di Tanah Air! Apa penyebabnya dan bagaimana solusinya? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!

Kreasitekno.com — Bagi para pengguna internet di Tanah Air, istilah hoax pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Pada faktanya hoax sudah muncul sejak lama, bahkan pada masa dimana internet masih belum ramai digunakan masyarakat. Hal ini dikarenakan maknanya yang mengacu pada berita palsu yang disebarluaskan di ranah publik. Namun mengapa kini semakin menjadi-jadi? Jawabannya tidak lain adalah akibat persebaran internet dimana semakin memudahkan penggunanya dalam mengakses informasi yang tak terbatas. Jika pada jaman dahulu seseorang harus bersusah payah dalam mengakses maupun menyebarkan berita, maka di era serba digital ini berlaku sebaliknya. Saking mudahnya informasi bisa didapatkan hingga menyebabkan banyak pihak yang menjadi korban atas tersebarnya berita palsu alias berita hoax.


Baca Juga: Inilah 11 Situs Yang Diblokir Pemerintah Gara-Gara Memicu SARA!


Lebih menarik lagi, Indonesia sebagai negara yang dipandang “maju” dari beberapa sisi juga turut menjadi korban atas merebaknya kasus berita hoax yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya. Tentunya kita pun sadar ataupun pernah mengalami bagaimana berita hoax tersebut disebarkan dari sumber satu ke lainnya. Dan hal ini sangat sering terjadi baik di medsos, situs online, maupun chatting dalam aplikasi pesan. Tingginya kasus ini bahkan mungkin bisa masuk dalam jajaran teratas dari seluruh negara di dunia. Sehingga yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa orang-orang Indonesia “sangat doyan” melihat ataupun menyebarkan berita hoax?

gerakan anti berita hoax

Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax, Septiaji Eko Nugroho, menyampaikan bahwa sebabnya mungkin berkaitan dengan penggunaan teknologi yang tidak dibarengi dengan budaya kritis melihat persoalan. “Kita itu termasuk lima besar pengguna smartphone dunia, tapi tingkat literasinya kedua terbawah setelah Botswana di Afrika,” ujar Septiaji ketika berbicara dalam deklarasi Masyarakat Anti Hoax di Jakarta, Minggu (8/1/2017). Survei tersebut mengacu pada hasil riset World’s Most Literate Nation yang dipublikasikan pertengahan tahun lalu. Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara yang dilibatkan soal minat baca masyarakatnya yang rendah. Akibatnya, masyarakat pengguna internet di Indonesia cenderung suka menyebarkan informasi ke orang lain tanpa lebih dulu memeriksa kebenarannya. “Banyak orang merasa hebat kalau jadi yang pertama menyebarkan informasi, entah benar atau tidak,” keluhnya.

gerakan anti berita hoax

Akademisi dan intelektual Muslim, Komarudin Hidayat, juga turut menyayangkan sikap sebagian orang yang menurutnya lebih senang bergosip ketimbang membaca. “Orang ingin jadi yang pertama (menyebar informasi), mencari sensasi, berlomba-lomba menikmati kesenangan dalam kebohongan,” kata Komarudin. Menurut Komarudin, hoax adalah hal berbahaya yang akibatnya bisa sangat merugikan bagi pihak yang menjadi korban, mulai dari kehilangan reputasi, materi, bahkan juga bisa mengancam nyawa. Bahkan dirinya menyamakan bahaya hoax dengan narkoba karena sifatnya yang adiktif.


Baca Juga: Indonesia adalah Negara Twitter Paling Cerewet Sedunia!


Oleh karenanya sebagai tindakan preventif, Komarudin menghimbau masyarakat untuk bersikap lebih kritis dalam menjumpai informasi yang beredar di internet, baik dalam situs online, media sosial, maupun pesan chatting.

SHARE

LEAVE A REPLY