Amazon Go: Toko Canggih Dimana Kamu Tidak Perlu Antri dan Bawa Duit...

Amazon Go: Toko Canggih Dimana Kamu Tidak Perlu Antri dan Bawa Duit Saat Belanja!

320
amazon go toko online offline tanpa perlu membawa duit dan antri

Amazon akan menerapkan gerai offline berteknologi canggih, Amazon Go, yang rencananya dibuka pada awal 2017. Bagaimana mekanisme pelayanannya?

Kreasitekno.com  Seiring dengan pesatnya pengguna internet di jagat dunia maya, pertumbuhan pasar online semakin pesat. Semakin ramai dan berjubel-nya pelanggan yang berkunjung di berbagai situs khususnya online shop menjadi “incaran” tersendiri bagi kalangan pebisnis untuk memperluas pendapatannya dengan membangun startup yang mampu melayani masyarakat dalam hal jual beli. Hal ini bisa dibuktikan dari semakin bertambahnya populasi orang yang menjual dagangannya di dunia maya, belum lagi berbagai perusahaan besar yang saling bersaing seperti Lazada, OLX, Tokopedia, Bukalapak, FJB Kaskus, dan masih banyak lagi.


Baca Juga: Wah, Jepang Berhasil “Hidupkan” Kembali Dinosaurus!


Baru-baru ini Amazon telah menerapkan konsep baru dengan mendirikan toko offline yang dirancang serba digital, tanpa kasir, dan tanpa antrian bernama Go di Seattle, AS. Sehingga pelanggan cukup menggunakan aplikasi Go yang sudah ter-install pada perangkat smartphone untuk masuk ke toko. Selanjutnya pada area depan toko, pelanggan akan diminta memindai smartphone di sebuah gate yang tersedia. Setelah dilakukan proses pemindaian, pelanggan tinggal mengambil barang apa saja yang ingin dibelinya yang kemudian bisa langsung meninggalkan toko tanpa harus mengantri ataupun membayar di kasir. Singkatnya, pelanggan tinggal datang ke toko, ambil barang yang ingin dibeli, kemudian pergi meninggalkan toko. Masalah pembayaran dan bon pembelanjaan akan secara otomatis akan ditagihkan dan dikirimkan di akun Amazon miliknya.

amazon-go-store-no-registers-or-lines

bottle-grab-desktop-_v523327232_

Amazon sendiri dalam membangun toko tersebut juga melengkapinya dengan berbagai teknologi seperti diantaranya sensor, computer vision, dan sebuah algoritma deep learning, dan sebagainya. Serangkaian teknologi tersebut diterapkan untuk memantau dan memproses aktivitas jual beli yang dilakukan bersama pelanggan. Teknologi-teknologi tersebut juga dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mendeteksi barang apa saja yang diambil dan dikembalikan oleh pelanggan yang masuk.

Menurut TechCrunch, Selasa (6/12/2016), pengembangan toko offline tersebut sebenarnya telah dilakukan selama kurang lebih 4 tahun belakangan. Dan area yang pertama kali dibangun yakni di Seattle, AS, tepatnya di lahan seluas 167 meter persegi. Sementara ini Amazon Go hanya menyediakan berbagai produk bahan pangan (termasuk makanan siap saji) di dalam toko. Dan pelanggan yang bisa masuk toko pun masih dibatasi, yakni pegawai Amazon saja. Namun Amazon berencana akan mulai membuka Amazon Go untuk umum pada awal 2017.

SHARE

LEAVE A REPLY