AlphaGo Zero Teknologi AI DeepMind, Kalahkan Juara Dunia Board Game

AlphaGo Zero Teknologi AI DeepMind, Kalahkan Juara Dunia Board Game

312
AlphaGo Zero Teknologi AI DeepMind

Bak kebakaran jenggot, Lee Sedol sang juara dunia permainan game papan (board game) Go baru saja ditaklukkan oleh mesin. Ini bukan pertama kalinya Lee mengalami kekalahan melawan AlphaGo semenjak ia mengantongi hadiah 1 juta USD dari Google DeepMind di pertandingan awalnya Maret 2016 lalu.

Pun demikian, kekalahan yang dialaminya kali ini benar-benar telak karena program tidak bermain seperti biasanya. Program komputer yang dimotori oleh DeepMind research (yang juga menjadi bagian dari Alphabet) kini berevolusi semakin canggih. Dengan semua talenta yang dimilikinya, kini AlphaGo mendapat julukan baru yaitu AlphaGo Zero.

Generasi AlphaGo pertama memang sudah sangat canggih. Bahkan ia mampu mempelajari sesuatu melebihi manusia. AlphaGo telah mempelajari game Go ini dengan menginvestigasi data dari 160,000 pemain amatiran yang diambil dari komunitas Go online. Setelah awal uji coba tersebut program ini diberi tugas untuk mempertajam kemampuannya secara otodidak dengan memainkan jutaan game melawan dirinya sendiri.

Kelahiran AlphaGo Zero merupakan babak baru karena program ini mampu mempelajari permainan tanpa bantuan manusia sekalipun. Inilah kenapa ia mendapat gelar ‘zero’. Sang leader atas program AI, David Silver, mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus ‘paksaan’ dari pengetahuan manusia, seperti yang dikutip dari Wired, 23 Oktober 2017. Setidaknya dari pernyataan tersebut menekankan bahwa AlphaGo Zero tidak akan disuplai dengan data-data lagi seperti pada AlphaGo.

Ternyata ada sesuatu yang membuat AlphaGo Zero jauh lebih cerdas. Dulu AlphaGo sengaja dibuat dengan dua modul pembelajaran berbeda, dengan teknologi yang dikenal dengan artificial neural networks. Jadi untuk memainkan Go, AlphaGo menggunakan dua instrument. Instrumen pertama berfungsi untuk mengevaluasi posisi papan dan satunya bertugas untuk menentukan arah gerak. Ini berbeda dengan AlphaGo Zero yang hanya memakai satu neural network saja untuk mempelajari keduanya sehingga lebih akurat dan lebih presisi.


Baca Juga Teknologi AI Facebook Dimatikan, Setelah Bicara Sendiri Antar Satu Dengan Lainnya


Sang perusahaan juga sadar bahwa penerapan teknologi AI untuk meramal dalam sebuah game memang mudah. Akan tetapi AlphaGo Zero nantinya juga diimplementasikan dalam dunia nyata seperti halnya untuk mengidentifikasi protein dalam tubuh, meramal cuaca, ataupun keperluan penelitian lainnya.

Google dalam hal ini telah menjadi pelopor dalam pemanfaatan algoritma yang dicetuskan oleh DeepMind. Terbukti, sang perusahaan raksasa mampu memangkas biaya pendingin untuk data centernya.

SHARE

LEAVE A REPLY