176 Emoji Pertama Ini Akan Jadi Benda Bersejarah Yang Dimusiumkan!

176 Emoji Pertama Ini Akan Jadi Benda Bersejarah Yang Dimusiumkan!

654
Emoji Asli Emoji Pertama
Original Emoji

Museum of Modern Art New York City telah menambahkan set emoji pertama di dunia menjadi koleksi tetapnya!

Kreasitekno.com — Pada hari Rabu (26/10/2016), Museum of Modern Art New York mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh set asli dari 176 emoji pertama di dunia yang sekarang menjadi bagian dari koleksinya.

Emoji pertama ini dirancang oleh Shigetaka Kurita, masing-masing dibuat dalam grid berukuran 12 x 12 pixel dan pada mulanya hanya terdiri dari warna hitam dan putih. Kemudian dalam beberapa tahun perkembangannya, setiap emoji diberi salah satu dari enam warna—hitam, merah, orange, ungu, hijau, dan biru.

Pilihan Emoji Saat Ini
Beberapa Pilihan Emoji Saat Ini

Shigetaka Kurita merancang emoji pertama ini untuk pager Jepang yang dibuat oleh operator seluler NTT DoCoMo pada tahun 1999.  Berbeda sekali dengan pilihan 2000 emoji standard yang kita gunakan hari ini, banyak dari ikon yang diciptakan ini bukan untuk mewakili semangat seseorang, tetapi untuk menghubungkan perusahaan agar dapat menjangkau pelanggan potensialnya.


Baca Juga: Ini 5 Universitas Terbaik Dunia Untuk Belajar Teknologi dan Teknik!


DoCoMo menggunakan emoji untuk memberikan laporan cuaca kepada pengguna pager dan mengarahkan mereka pada bisnis lokal; hamburger menyimbolkan makanan cepat saji, gelas martini untuk sebuah bar, atau tumit tinggi menunjukkan toko pakaian.

Hampir tidak ada ekspresi wajah seperti emoji yang kita kenal saat ini. Pada awalnya ekspresi-ekspresi wajah lucu ini jelas dimaksudkan sebagai cara untuk mewakili ide dengan ikon. Bahkan, banyak dari simbol-simbol ini yang tidak terbaca dan hanya bisa dipahami oleh penerjemah. Seperti lingkaran merah dengan tiga garis yang mewakili “air panas”.

Meskipun demikian, rancangan ini adalah piktografi pertama yang akan menjadi konsep bagaimana emoji akhirnya menjadi bagian dari komunikasi mobile, dan bagaimana kita sampai ke titik dimana saat ini ponsel pintar sudah bisa menyarankan pengganti emoji untuk kata-kata yang diketikkan.

Kumpulan emoji ini diperoleh melalui perjanjian lisensi dengan DoCoMo yang memungkinkan museum menampilkan gambar dalam berbagai bentuk. Mulai bulan Desember, Museum of Arts New York akan menunjukkan emoji ini di lobby museum dalam tampilan yang menggabungkan grafis dua dimensi dan animasi.


Baca Juga: Papan Catur “Sihir” Harry Potter Kini Tersedia di Dunia Nyata!


Pihak museum mengatakan bahwa mereka berharap bisa mendapatkan lebih banyak emoji nantinya. Menurutnya, emoji adalah platform komunikasi baru. Namun pada saat yang sama, emoji sendiri adalah ideograps, yakni salah satu cara paling kuno untuk berkomunikasi.

Tidak dapat disangkal, emoji sudah menjadi bahasa visual yang sangat populer dan dipahami secara universal di dalam masyarakat kontemporer dan mereka berevolusi dari sesuatu yang pada dasarnya tidak berguna. Untuk itulah Museum of Modern Art menyimpannya.

SHARE

LEAVE A REPLY